Pengamat: Jadwal Piala Presiden Padat, Pelatih Harus Ekstra Putar Otak
Pengamat sepak bola nasional, Supriyono Prima berpendapat pelatih mesti ekstra putar otak di tengah padatnya jadwal Piala Presiden 2026.
Pada babak penyisihan Piala Presiden 2026, jeda pertandingan setidaknya dua hari penuh untuk peserta. Sedangkan di semifinal ke final hanya terpaut satu hari bagi para pemain untuk pemulihan.
"Kalau bicara recovery tentu [waktunya] kurang. Kemudian kita juga tahu meski Piala Presiden hadiahnya besar, ini tetap pramusim."
"Nah, ketika dihadapkan pada jadwal yang begitu padat, kemudian bisa dikatakan dalam tanda kutip itu memang maraton ya. Tinggal bagaimana pintar-pintar dari pelatih kepala, kemudian pelatih fisik, tentunya dengan melakukan rotasi," kata Supriyono kepada CNNIndonesia.com, Rabu (5/8).
Eks pemain Timnas Indonesia Primavera itu beralasan, peserta Piala Presiden 2026 perlu menyusun program satu musim ke depan. Karenanya, pemain mesti benar-benar dijaga fisiknya sebelum kompetisi sesungguhnya bergulir.
"Khawatir kalau memang selalu dipaksakan pun juga berdampak peak-nya nanti ketika di Super League kick off, itu kurang maksimal," ucapnya.
"Yang kedua, mudah-mudahan dengan level fitness yang belum benar-benar dalam kondisi bugar, makanya untuk bisa mengarungi sebuah kompetisi yang panjang, tidak berdampak jelek atau rentan cedera, muncul kelelahan mental," ia menambahkan.
Di satu sisi, Supriyono yang juga disibukkan dengan melatih akademi sepak bola memberi pandangan soal program pemulihan pemain di tengah jadwal padat. Istirahat jadi kunci mengembalikan kondisi anak asuhnya.
"Untuk bisa recovery cepat itu butuh tidur. Benar-benar harus istirahat tanpa kegiatan. Karena di pramusim ini kan transisi sebelum kompetisi panjang."
"Ketika bicara persiapan pendek, otot dipaksa untuk bekerja keras untuk sebuah turnamen. Makanya saya lihat tim itu tidak memaksakan full bermain. Mereka rotasi untuk meminimalkan cedera. Tapi karena sudah ke final misalnya, mau tidak mau pelatih harus memilih pemain yang siap," tegasnya.
(jun/jun)