ANALISIS

Saat Kepala Garuda Terlena Mendongak, Ingat Bumi Tempat Kaki Berpijak

Muhammad Ikhwanuddin | CNN Indonesia
Sabtu, 08 Agu 2026 06:15 WIB
Pesepak bola Timnas Indonesia menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya sebelum sebelum laga melawan Timnas Kamboja pada pertandingan Grup A ASEAN Championship atau Piala AFF 2026 di Stadion Gelora Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (27/7
Timnas Indonesia tersingkir di fase grup Piala AFF 2026. (ANTARA FOTO/BAYU PRATAMA S)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kenyataan pahit diterima skuad Garuda di panggung Asia Tenggara. Saat pekik 'King Indo' bergelora, fakta gagal di Piala AFF 2026 adalah pengingat bahwa Timnas Indonesia masih begitu panjang perjalanannya.

Gigit jari lagi. Indonesia kembali tersingkir di babak penyisihan Piala AFF usai imbang pada laga pemungkas Grup A di Stadion Jalan Besar, Jumat (7/8) malam WIB.

Imbang 1-1 tak cukup bagi Indonesia untuk melangkah ke fase berikutnya. Sebab di klasemen akhir Grup A, Vietnam perkasa dengan 10 poin dan Singapura di urutan kedua dengan delapan angka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Indonesia? Hanya mampu mengumpulkan tujuh poin saja. Dua kemenangan, satu imbang, dan satu kali kalah. Tujuh angka adalah buah yang dipetik dari tim asuhan John Herdman di pentas Asia Tenggara.

Padahal di awal laga kontra Singapura, Indonesia sebenarnya lebih dominan dengan sederet peluang di dalam kotak penalti lawan. Namun tuan rumah bermain disiplin dalam urusan bertahan.

Lini belakang Singapura mampu kembali dengan cepat ketika Indonesia menyusun serangan. Barisan empat bek sejajar langsung menutup ruang dengan rapat termasuk mencegah skuad Garuda melepaskan tembakan.

Ditambah penampilan gemilang kiper The Lions, Izwan Mahbud sehingga membuat tandukan Mitchell Baker tak berbuah angka bagi tim tamu. Mau tak mau skor kacamata di babak pertama jadi titik temu.

Di babak kedua, permainan Indonesia lebih berkembang terutama di awal sepak mula. Sadar lawan menerapkan pertahanan rapat, aliran bola tim Garuda meluncur lewat umpan langsung ke final third.

Proses ini melahirkan gol Ragnar Oratmangoen di menit ke-47. Umpan kunci berasal dari operan Thom Haye kepada Dony Tri Pamungkas di kotak penalti. Sejurus kemudian, Dony melihat Ragnar berdiri bebas dan peluang akhirnya berbuah angka.

Gol ini jadi katalis Indoensia untuk bermain lebih terbuka. Kebetulan tuan rumah juga sempat terpancing untuk memberi celah. Emosi tim asuhan Gavin Lee juga sempat tak terkendali. Beruntung kartu merah dibatalkan dan Singapura bermain dengan komposisi lengkap lagi.

Sayangnya, situasi unggul tak lantas dimaksimalkan tim Garuda. Justru kesalahan fatal kembali tercipta dan harga mahal harus dibayar setelahnya.

Itu terjadi di menit ke-66 ketika Rizky Ridho keliru mengantisipasi bola lambung yang sejatinya tak begitu berbahaya. Petaka terjadi ketika dirinya bertabrakan dengan Cahya Supriadi, bola mengalun mulus ke kaki Ilhan Fandi. Gol penyeimbang pun terjadi.

Skor 1-1 bertahan, dan gagal ke semifinal Piala AFF adalah kenyataan.

Baca lanjutan berita ini di halaman berikut>>>

Timnas Indonesia, Lembaran Baru dan Prestasi masih Saru BACA HALAMAN BERIKUTNYA

HALAMAN:
1 2