Robert Alberts Klarifikasi Sengketa Gaji Persib Berujung Sanksi FIFA

CNN Indonesia
Rabu, 12 Agu 2026 13:30 WIB
Pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts.
Robert Alberts sudah berulang kali mencoba negosiasi sebelum mengadu ke FIFA. (CNN Indonesia/Huyogo Simbolon)

Robert menegaskan dirinya tidak tiba-tiba menuntut Persib. Pria asal Belanda itu sudah berulang kali bernegosiasi tanpa realisasi yang nyata. Ia juga menyoroti pernyataan yang menyebut Persib tidak mengetahui persoalan tersebut.

"Ada satu poin lagi yang ingin saya klarifikasi karena saya telah mendengar pernyataan bahwa Persib tidak tahu-menahu mengenai kasus ini. Saya merasa sulit untuk memahaminya karena ini bukanlah sesuatu yang terjadi secara diam-diam atau tanpa sepengetahuan klub."

"Izinkan saya mengingatkan Anda bahwa kita telah mengadakan pertemuan pada Januari 2025 di mana kita telah menyelesaikan masalah-masalah ini," ujarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perkara tersebut terpaksa dibawa ke FIFA. Bukti-bukti kontrak dan pembayaran terakhir disertakan.

"Klub mengetahui tentang pengaturan pembayaran, klub mengetahui tentang pembayaran yang tertunda, masalah ini dibawa ke hadapan FIFA, dan FIFA mengeluarkan keputusan resmi. Ini bukan sekadar klaim pribadi saya atau sesuatu yang saya putuskan sendiri. Ini adalah proses resmi FIFA; bukti-bukti telah diserahkan dan FIFA telah membuat keputusannya," jelasnya.

"FIFA telah menentukan bahwa Persib memiliki kewajiban yang belum diselesaikan kepada saya dan memerintahkan pembayaran tahun lalu. Ketika pembayaran masih belum dilakukan oleh Persib, konsekuensi di bawah proses FIFA pun mengikuti, termasuk sanksi pendaftaran tahun lalu," ucap Robert.

Persib sempat melakukan pembayaran setelah FIFA menjatuhkan sanksi, tetapi pembayaran tersebut belum menyelesaikan seluruh kewajiban.

"Setelah FIFA memerintahkan sanksi tersebut tahun lalu, Persib segera membayar saya, tetapi itu baru sebagian dari pembayaran. Masih banyak bulan-bulan lainnya yang harus dibayarkan hingga Desember 2025," katanya.

"Saya mencoba menyelesaikan masalah ini secara langsung sepanjang waktu, menghubungi klub, saya menginginkan penjelasan mereka, dan saya memberi mereka kesempatan untuk memperbaiki keadaan. Saya diam cukup lama karena ingin melindungi hubungan baik, dan juga karena saya sungguh berharap kita bisa menyelesaikan semuanya tanpa harus melalui FIFA," tuturnya.

Namun, Robert terpaksa membuat klarifikasi duduk permasalahan agar tidak diklaim sebagai pihak yang bersalah.

"Jadi, saya rasa sekarang sudah sangat jelas bahwa orang-orang tahu itu adalah kesepakatan yang dibuat antara manajemen baru pada Januari 2025, di mana mereka harus membayar sisa uang saya yang jumlahnya sudah lebih sedikit dari sebelumnya. Dan karena uang tersebut tidak dibayarkan, FIFA bertindak sebagaimana mestinya, dan saya pun bertindak sebagaimana mestinya," ujarnya.

Kini, Robert menegaskan polemik penunggakan gaji sudah benar-benar rampung. Manajemen Persib telah melunasi seluruh kewajiban kepada Robert.

"Dan sebagai informasi untuk Anda, kemarin Persib telah membayar penuh seluruh jumlah yang tertunda, dan kemarin saya juga sudah menginformasikan kepada FIFA untuk mencabut sanksi tersebut," katanya.

"Dengan ini, saya akan meninggalkan masalah ini dan tidak akan memberikan komentar lebih lanjut lagi dan seperti biasa saya akan bilang... Bagussssss," ujar Roberts mengakhiri.

[Gambas:Video CNN]

(jun/jun/jal)

HALAMAN:
1 2