Robert Alberts Klarifikasi Sengketa Gaji Persib Berujung Sanksi FIFA

CNN Indonesia
Rabu, 12 Agu 2026 13:30 WIB
Robert Rene Alberts klarifikasi masalah sengketa gaji dengan Persib Bandung. (Bima Bagaskara/detikJabar)
Jakarta, CNN Indonesia --

Eks pelatih Persib Bandung Robert Rene Alberts buka suara mengenai sengketa gaji yang sempat membuat Maung Bandung kembali terkena FIFA Registration Ban.

Robert menegaskan sudah mencoba menyelesaikan masalah penunggakan gaji secara langsung dengan Persib. Namun, ia terpaksa membawa masalah lebih lanjut ke FIFA karena manajemen Maung Bandung tidak sesuai kesepakatan awal.

"Halo semuanya, Robert Alberts di sini. Saya telah diam mengenai masalah ini cukup lama, dan ada alasannya. Saya tidak pernah ingin membawa sengketa pribadi ke ranah publik atau menciptakan masalah yang tidak perlu bagi siapa pun. Saya memilih untuk mengikuti proses yang tepat dan membiarkan FIFA menangani masalah ini," ujar Robert dalam keterangan videonya pada Rabu (12/8).

"Tapi baru-baru ini, saya telah melihat dan mendengar komentar-komentar dari orang-orang yang jelas tidak tahu ceritanya, dan mereka mulai menyalahkan keluarga saya serta diri saya sendiri. Dan sejujurnya, itu tidak baik dan tidak adil juga. Jadi, itulah alasan mengapa saya akhirnya menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi," lanjutnya.

Robert kemudian membeberkan kronologi sengketa tersebut. Dia mengakui tidak pernah dipecat, melainkan mundur dari jabatan pelatih.

"Kembali pada tahun 2021, saya menandatangani perjanjian saya dengan Persib, dan kontrak saya berlangsung hingga Mei 2025. Penting untuk dicatat bahwa saya tidak pernah dipecat pada saat itu, melainkan saya mengundurkan diri dari posisi saya sebagai pelatih kepala," ujarnya.

Setelah terjadi pergantian manajemen, Robert melanjutkan komunikasi dengan manajemen baru Persib saat itu, Deputy CEO PT PBB Adhitia Putra Herawan.

Robert Alberts sebut sengketa penunggakan gaji dengan Persib Bandung sudah tuntas. (Bima Bagaskara/detikJabar)

"Manajemen Persib berubah setelah itu, dan dengan manajemen yang baru, saya mencoba mendiskusikan pembayaran yang tertunda dalam sebuah rencana pembayaran. Kami merundingkan pengaturan pembayaran selama masa durasi kontrak saya, dan pada Januari 2025, saya secara pribadi bertemu dengan Aditia dari manajemen baru," tuturnya.

Pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan pembayaran secara bertahap. Bahkan, dia mengaku bersedia menerima angka yang lebih rendah dari kontrak awal sebagai bentuk kompromi.

"Kami duduk berhadapan, mencoba menyelesaikan semuanya bersama-sama; sebuah solusi yang seharusnya lebih baik bagi kedua belah pihak. Dan saya tentu saja juga tertarik untuk membantu klub, karena saya memahami situasi mereka. Kami mencapai kesepakatan untuk melakukan cicilan dari Maret hingga Desember 2025."

"Sebenarnya, saya setuju untuk mengurangi jumlah awal, dan saya bersedia berkompromi, menerima kurang dari jumlah kontrak asli karena saya juga memahami situasi klub dan benar-benar berusaha membantu Persib juga," bebernya.

Baca di halaman berikutnya>>>

Negosiasi Berkali-kali Tak Kunjung Tuntas


BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :