Misi Jonatan Christie Memburu Medali Kejuaraan Dunia

CNN Indonesia
Kamis, 13 Agu 2026 10:32 WIB
Jonatan Christie saat tampil di Japan Open 2026. (Arsip PBSI)
Jonatan Christie memburu medali Kejuaraan Dunia. (Arsip PBSI)
Jakarta, CNN Indonesia --

Jonatan Christie punya sejumlah prestasi dalam perjalanan kariernya namun ia belum pernah memiliki medali Kejuaraan Dunia. Hal itu yang coba kembali ia buru di Kejuaraan Dunia 2026.

Jonatan sudah lima kali mengikuti Kejuaraan Dunia dalam kariernya. Namun tak ada medali yang bisa ia bawa pulang.

Dari lima kali keikutsertaannya tersebut, Jonatan tiga kali kalah di babak perempat final. Artinya, Jonatan tiga kali gagal dalam langkah terakhir untuk memastikan raihan minimal medali perunggu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tiga momen tersebut adalah di 2019 (kalah dari Sai Praneeth), 2022 (kalah dari Chou Tien Chen), dan 2025 (kalah dari Kunlavut Vitidsarn). Dari tiga momen tersebut, kekalahan dari Chou Tien Chen yang paling menyesakkan bagi Jonatan karena ia kalah tipis 20-22 di gim penentuan meski sempat unggul lebih dulu.

Di edisi kali ini, Jonatan kembali punya kesempatan untuk misi merebut medali. Di Kejuaraan Dunia 2026, Jonatan duduk sebagai unggulan ketiga. Kondisi itu membuat Jonatan layak dijagokan masuk ke babak akhir.

Namun bukan berarti perjalanan Jonatan akan mulus begitu saja. Di babak 16 besar, ia punya potensi bertemu Lin Chun Yi yang tidak bisa ia kalahkan dalam tiga pertemuan terakhir.

Belum lagi potensi lawan-lawan yang mungkin dijumpai Jonatan bila tembus hingga babak perempat final alias langkah terakhir menuju semifinal. Di situ, ia bisa bertemu Victor Lai, Loh Kean Yew ataupun Brian Yang.

Dari tiga nama itu, sosok Victor Lai yang punya potensi paling bahaya. Pasalnya, Jonatan tidak pernah menang lawan Victor Lai dalam dua pertemuan terakhir.

Selain itu, hasil Jonatan di Jepang dan China pada bulan lalu terbilang kurang bagus. Ia tak bisa menembus babak semifinal di dua turnamen tersebut.

Karena itu, Jonatan butuh kerja keras serta memperbaiki kekurangan yang ia perlihatkan di dua turnamen terakhir agar bisa tampil lebih baik di Kejuaraan Dunia 2026.

[Gambas:Video CNN]

(ptr/rhr)