BWF Kirim Aturan ke Atlet Indonesia usai Dugaan Pelanggaran Integritas
Atlet ganda campuran Pelatnas Amri Syahnawi mengatakan Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) mengirim aturan ke atlet Indonesia buntut dugaan pelanggaran integritas.
Selain kiriman dari BWF itu, Amri mengatakan pihak Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) melalui pelatih selalu mengingatkan integritas ke para atlet.
"Iya selalu di-remind [diingatkan] ya. Terus juga terakhir beberapa minggu lalu gitu dikirim aturan baru ya, masukan dari BWF ke kita," kata Amri ke media usai latihan di Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta, Rabu (13/8).
"Untuk dipelajari lagi karena banyak banget. Emang harus kita teliti lah, hati-hati," imbuh dia.
Lebih lanjut, Amri mengatakan setiap hari pelatih mengingatkan soal aturan integritas. Para atlet bahkan diberi PDF dan diminta mempelajari secara seksama.
Pasangan Amri di ganda campuran, Nita Violina Marwah, menyampaikan hal serupa. Dia mengatakan pihak PBSI terus mengingatkan para atlet terkait integritas.
"Mungkin pengurus ke pelatih, jadi pelatih ke atletnya," kata Nita saat ditanya apakah ada sosialisasi yang lebih rinci dari PBSI soal integritas atlet bulu tangkis.
Dugaan pelanggaran integritas yang melibatkan atlet Indonesia tengah menjadi sorotan.
Awal Agustus lalu, PBSI mengakui bahwa BWF sedang menjalankan proses terkait dugaan pelanggaran integritas pemain bulutangkis Indonesia.
"PP PBSI mengetahui bahwa BWF saat ini sedang menjalankan proses pengadilan independen (judicial proceeding) terkait dugaan pelanggaran integritas yang melibatkan sejumlah pemain Indonesia," demikian pernyataan resmi PBSI.
PP PBSI, lanjut pernyataan itu, menghormati dan mendukung sepenuhnya mekanisme yang diterapkan BWF sebagai bagian dari upaya menjaga integritas olahraga bulutangkis serta menghormati independensi proses yang sedang berlangsung. Mereka lantas meminta masyarakat untuk menunggu keputusan akhir BWF.
"Kami mengajak seluruh pemangku kepentingan, termasuk media dan masyarakat untuk menghormati proses yang sedang berjalan serta menghindari spekulasi hingga terdapat keputusan resmi dari Independent Hearing Panel BWF."
Di tengah isu pelanggaran integritas itu, Amri/Nita menegaskan ingin tetap fokus ke persiapan jelang Kejuaraan Dunia. Amri mengatakan banyak PR yang harus diselesaikan dengan Nita terkait permainan mereka.
"Saya mau fokus sama perkembangan diri saya, perkembangan sama partner juga. Banyak yang harus, PR-nya harus diberesin dari kita berdua juga," ujar atlet kelahiran 1998 ini.
(isa/ptr)