Wakil Presiden FIFA: Hati-hati Kalau Mau Melengserkan Infantino
Salah satu Wakil Presiden FIFA, Patrice Motsepe, menyatakan niat melengserkan Gianni Infantino sebaiknya mengikuti proses dan tata cara induk organisasi sepak bola dunia itu.
Motsepe merupakan Wapres FIFA pertama yang buka suara kepada media setelah kontroversi penjualan saham Piala Dunia.
Pria yang juga menjabat sebagai Presiden Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) itu telah berkomunikasi dengan Wapres FIFA lainnya yang berstatus sebagai Presiden UEFA, Aleksander Ceferin, di Salzburg.
Sebelumnya Ceferin dan UEFA menggalang kesepakatan dengan menjalin komunikasi dengan Konfederasi Asia (AFC) serta Konfederasi Amerika Utara, Tengah, dan Karibia (CONCACAF) yang berujung pada sebuah surat berisi tekanan kepada Infantino.
"Anda harus sangat berhati-hati. Ada pemilihan yang akan berlangsung tahun depan. Bukankah seharusnya kita membiarkan proses itu berlanjut? Dan biarkan 211 anggota yang memutuskan," ucap Motsepe mengingatkan Kongres FIFA yang memiliki agenda pemilihan Presiden pada Maret 2027.
Motsepe menekankan agar anggota-anggota FIFA mematuhi aturan soal pergantian kepemimpinan.
"Jika ada yang punya masalah terhadap siapa pun, baik itu Gianni, atau siapa pun, ikuti prosesnya, ikuti proses FIFA, sesederhana itu," ujar Motsepe dalam wawancara dengan Sky.
"Jika Anda ingin menyingkirkannya, adakan pemilihan; biarkan 211 asosiasi anggota yang memutuskan. Lakukan itu dan pemungutan suara akan menunjukkan apakah mereka percaya kepadanya atau tidak," kata Motsepe melanjutkan.
Motsepe tidak memberi dukungan dan tidak pula memberikan kritik soal Infantino. Ia justru berharap bisa mendengar penjelasan Infantino dalam sebuah forum.
"Setiap orang berhak atas penilaian yang adil, perlakuan yang adil," tutur Motsepe.
"Ada banyak hal yang bermasalah dan negatif yang harus mereka benahi. Tetapi dia sudah minta maaf dan mengatakan mungkin ada cara berbeda yang seharusnya dilakukan, tetapi kami juga menerima saran," tukasnya.
Motsepe adalah satu dari delapan wakil presiden FIFA. Para pemimpin konfederasi menduduki jabatan sebagai wapres FIFA. Selain itu ada dua orang tambahan dari UEFA yang duduk dalam jabatan wapres FIFA sesuai dengan statuta FIFA yang secara khusus mengalokasikan tiga dari total delapan wakil presiden untuk Eropa karena dominasi histori, jumlah asosiasi anggota, dan ukurannya.
(nva/sry)