Pengamat: Bilal Hasan Datang saat UFC Mencari Bintang

CNN Indonesia
Selasa, 01 Sep 2026 11:49 WIB
Bilal Hasan disebut butuh perjalanan panjang untuk jadi kontender juara di UFC.
Bilal Hasan disebut butuh perjalanan panjang untuk jadi kontender juara di UFC. (AFP/JADE GAO)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kemenangan gemilang Bilal Hasan dalam debut UFC dengan mengalahkan Nilson Rojas menuai decak kagum dari praktisi mixed martial arts (MMA) sekaligus CEO One Pride MMA, Fransino Tirta.

Petarung Indonesia itu hanya butuh waktu 18 hari sejak menang di Dana White Contender Series (DWCS) hingga akhirnya benar-benar tampil di octagon UFC melawan Nilson Rojas. Menurut Fransino, cepatnya proses tersebut bukan tanpa alasan.

"UFC itu sudah mempunyai bintang cukup banyak. Untuk dia men-groom seorang bintang lagi, itu belum tentu dia memilih Bilal Hasan sebagai bintang berikutnya," kata Fransino saat diwawancarai CNN Indonesia.com, Senin (31/8).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini bisa dibilang yang jago ketemu jago. Dua-duanya sama-sama potensi, dua-duanya sama-sama tak terkalahkan, dua-duanya masih muda. Tapi hot prospect ini langsung diadu, mana yang benar-benar hot prospect, mana yang nggak," sambungnya.

CEO One Pride MMA itu menilai UFC sengaja langsung mengadu Bilal dengan lawan yang levelnya setara demi menyaring calon bintang baru mereka. Rojas dipilih karena sama-sama punya rekor tak terkalahkan dan berstatus sebagai prospek muda menjanjikan.

Fransino yang pernah tampil di ajang TPI Fighting Championship hingga One Fighting Championship pada era 2003-2014 menyebut proses tersebut sebagai trial by fire, mengingat masih banyak petarung lain yang mengantre untuk mendapat kesempatan serupa di UFC.

[Gambas:Video CNN]

"Langsung diuji coba, lolos atau tidak, langsung ketahuan mana yang bakal bersinar, mana yang langsung redup. Karena mungkin masih ada puluhan atau belasan lagi yang antre untuk menjadi bintang UFC berikutnya," ucap pria dengan julukan Pitbull.

Bilal sendiri sukses menuntaskan ujian pertama dengan gemilang usai menang KO atas Rojas dalam UFC Shanghai. Hasil ciamik ini sekaligus mengantongi penghargaan Performance of the Night dalam debutnya tersebut.

Kemenangan ini melengkapi rekor impresif Bilal yang sebelumnya mencatatkan sembilan kemenangan dan satu no contest dari 10 kali tampil di atas matras sepanjang kariernya.

Meski tampil impresif, Fransino menilai status Bilal saat ini belum bisa disebut sebagai kontender serius gelar juara. Sang petarung disebut masih perlu menapaki jenjang ranking secara bertahap sebelum benar-benar diperhitungkan.

"Kalau sekarang ini saya rasa belum bisa dia disebut sebagai kontender yang serius. Dia baru memenangkan debut. Tentunya dia harus menaiki ranking, mungkin sekarang ini masuk ke 20 besar atau bahkan 30 besar," ungkap Fransino.

Ia memperkirakan Bilal baru bisa benar-benar dianggap sebagai kontender serius begitu berhasil menembus jajaran 10 besar ranking UFC. Fransino menyebut perjalanan menuju level tersebut akan menghadirkan tantangan yang jauh lebih variatif.

"Ke depannya ini akan diuji dengan berbagai teknik lainnya yang lebih bervariasi. Hitungan saya mungkin butuh waktu dua sampai tiga tahun lagi sampai dia akhirnya bisa menjadi kontender," tutup praktisi MMA itu dalam pernyataannya.

(afr/abs)