Rahasia Segaris Lakban di Balik Prestasi Eko Yuli

CNN Indonesia
Kamis, 03 Sep 2026 13:47 WIB
Eko Yuli. CNNIndonesia/Muhammad Ikhwanuddin
Eko Yuli saat berlatih di sasana pelatnas PB PABSI. (CNNIndonesia/Muhammad Ikhwanuddin)

Namun ada persoalan lain soal lakban dan kaitannya dengan titik fokus. Sebab di pertandingan, hal-hal seperti itu tak boleh dilakukan. Alhasil, Eko selalu mencari cara untuk menemukan titik fokusnya.

"Sebelum bertanding biasanya atlet kan pengenalan dengan tempat dulu. Saya cari di situ titik fokusnya apa yang lurus dengan mata. Bisa kamera atau benda apapun," kata dia.

Di satu sisi, Eko menceritakan momen unik ketika Olimpiade 2020 Tokyo yang bergulir di masa pandemi Covid-19. Saat itu, kata Eko, arena dibuat lebih gelap karena tak boleh ada penonton di dalam arena. Lampu hanya menyorot ke atlet yang berlaga. Dan Eko berhasil meraih medali perak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Waktu itu saya sulit cari titik fokus karena pandangan lurus ke depan gelap semua. Tapi ya mau tidak mau, saya membayangkan ada benda di sana. Memang berkat latihan dengan melihat lakban itu membantu saya untuk tetap fokus," ucap Eko.

'Taktik Lakban' itu pun dicontoh oleh atlet lain di sasana PB PABSI. Di berbagai sudut tembok, terlihat tempelan lakban dengan ragam bentuk. Ada ukuran kecil seujung hari hingga bentuk 'X'. Masing-masing atlet punya caranya sendiri.

Hal ini disadari oleh salah satu pelatih di Pelatnas PB PABSI, Samsuri. Dirinya justru merasa terbantu dengan ide Eko Yuli terhadap program latihan atlet.

Samsuri memberi keleluasaan bagi atlet untuk menemukan ritme diri dalam berlatih. Baginya, menempel lakban adalah cara bagi anak didiknya untuk maksimal saat mengikuti programnya.

"Ya, benar itu idenya dia [Eko]. Atlet lain malah ikut-ikut. Tapi memang, lakban itu membantu atlet selama latihan," tutur Samsuri.

(ikw/ikw/rhr)

HALAMAN:
1 2