Jalan ke Piala Asia U-20 Masih Terbuka buat Garuda Muda
Gagal menang di laga pembuka bukan berarti jalan Timnas Indonesia U-20 U-menuju Piala Asia U-20 2027 tertutup. Skuad Nova Arianto masih punya dua kesempatan lagi buat membenahi apa yang rusak saat jumpa Malaysia.
Laga perdana Grup H Kualifikasi Piala Asia U-20 2027 melawan Malaysia, Senin (31/8), berakhir 0-0. Angka itu terasa timpang jika melihat statistik pertandingan.
Garuda Muda mencatatkan penguasaan bola 53 persen berbanding 47 persen milik Malaysia. Sepanjang laga, Indonesia melepaskan 13 tembakan dengan empat mengarah tepat sasaran, ditambah 13 sepak pojok.
Momen paling menyesakkan datang di menit ke-79. Kiper Malaysia Faez Iqhwan salah mengantisipasi umpan balik, bola liar mengarah ke gawang kosong, dan Irpan Abadi Siregar tinggal menyundul. Sial, tandukannya melambung tipis di atas mistar.
Muhammad Isfandyar Abdillah juga sempat mencoba peruntungan lewat tembakan hasil bola muntah dari Rafi Rasyiq memasuki menit ke-65. Sayang, si kulit bundar masih melebar meski jarak gawang sudah dekat.
Rentetan peluang terbuang ini menunjukkan masalah yang lebih dalam dari sekadar nasib buruk. Penyelesaian akhir jadi titik lemah yang belum terpecahkan meski penguasaan bola dan skema build-up dari lini belakang sudah berjalan cukup rapi sejak menit ke-30.
Di sisi lain, ada catatan positif yang layak digarisbawahi. Malaysia yang bermain dengan garis pertahanan tinggi terbilang minim ancaman ke gawang Indonesia. Terlebih, I Putu Panji Apriawan dkk semakin solid di babak kedua.
Skuad ini datang ke Laos dengan modal tiga pilar abroad, Amar Brkic, Welber Jardim, dan Eizar Jacob. Ketiganya diharapkan jadi pembeda kualitas di level Asia. Enam pekan persiapan di Yogyakarta, Solo, hingga Thailand pun sudah dilalui sebelum turun ke Vientiane.
Soal format, cuma juara grup yang otomatis melaju ke putaran final di China. Posisi runner-up masih punya peluang, tapi harus bersaing dengan peringkat kedua grup lain memperebutkan tujuh tiket tersedia.
Hasil imbang lawan Malaysia memang bukan modal ideal untuk bersaing. Setiap gol yang gagal tercipta malam itu berpotensi jadi selisih yang menentukan nanti.
Namun matematika kualifikasi belum bicara akhir. Dua laga tersisa, melawan Laos dan Australia, akan jadi penentu apakah kegagalan mencetak gol di laga pembuka cuma insiden sesaat atau pertanda masalah yang lebih serius.
Yang jelas, ujian sesungguhnya baru akan dimulai hari ini, saat Garuda Muda menjajal tuan rumah Laos dengan misi wajib menang.
Baca lanjutan analisis ini di halaman selanjutnya>>>