ANALISIS

Naik Level Persija vs Persib, Reinkarnasi Atmosfer Liga Indonesia

Abdul Susila | CNN Indonesia
Minggu, 13 Sep 2026 18:30 WIB
Persija vs Persib di Super League berlangsung di GBK
Hampir 60.000 Jakmania, suporter Persija, memadati Stadion Utama GBK. (CNN Indonesia/Febria Adha L)

Persib memang masih datang dan pulang dari stadion menggunakan kendaraan lapis baja. Belum ada pula Bobotoh di GBK. Hanya The Jakmania di tribune 'kuil merdeka' GBK. 

Ini tentu saja tidak bisa dianggap lumrah. Ini aneh untuk sepak bola modern. Tidak bisa dianggap lazim, apalagi seharusnya. Namun, ada psikologis massa yang memang belum normal. 

Belum bisa, bukan tidak bisa, Persib datang ke Jakarta dan sebaliknya Persija ke Bandung, dengan normal. Saatnya akan tiba, tetapi belum bisa saat ini. Saat itu akan tiba. Nanti. Entah kapan.  

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hanya pula, jangan juga dikapitalisasi dan diromantisasi duel Persija versus Persib, juga Arema kontra Persebaya, sebagai jualan 'level baja'. Sepak bola tidak perlu dicitrakan begitu. 

Pertandingan Persija versus Persib telah naik kelas. Seyogyanya juga instrumen lainnya promosi. Atmosfer pertandingan misalnya, sudah kembali lagi seperti sebelum ada Covid-19. 

Sejak 2019, belum pernah ada laga kompetisi kasta tertinggi Indonesia dengan penonton lebih dari 50 ribu. Baru tercipta lagi pada 2026. Ini yang sangat pantas dikapitalisasi. 

Suporter tamu sudah selayaknya mendapat tempat di tribune stadion kandang lawan. Pihak keamanan menjamin keamanan dan keselamatannya. Polisi, aparat, dan steward bersatu padu. 

Perjalan kompetisi sepak bola Indonesia, utamanya Super League 2026/2027, baru di awal musim. Masih ada 300 lebih laga menanti ke depan. Ada banyak pula laga besar yang akan tersaji. 

Jika laga Persija versus Persib pada pekan kedua liga adalah awalan, ini pembuka yang baik; positif; penuh energi. Seperti kata petuah bijak, "prestasi itu mudah menular", ini saatnya digelorakan. 

Industri sepak bola nasional yang kembang kempis dalam lima musim terakhir, utamanya usai Tragedi Kanjuruhan yang menelan 135 korban jiwa, saatnya dibangkitkan kembali. 

Psikologis massa tentu saja harus dijaga. Salah satu faktornya, fair play dan kepemimpinan wasit yang akurat. Kini sudah ada VAR, kesalahan keputusan wasit seharusnya kian minim.  

Persija vs Persib di Super League berlangsung di GBKSuprter Persija membentangkan koreografi megah pada awal laga melawan Persib di GBK Foto: CNN Indonesia/Febria Adha L

Isu seperti, musim ini 'jatah' Persija atau Persebaya sudah 'digariskan' juara, perlu dibredel. Peniupnya perlu didalami dan dibikin jera agar tidak asal bicara. PSSI dan I.League berperang di medan ini. 

Laga Persija versus Persib sudah naik kelas dan atmosfer sepak bola Indonesia mulai hidup lagi, tetapi jangan sampai mati dikebiri. Sudah lama sepak bola Indonesia tidak berada di level ini. 

[Gambas:Video CNN]

(rhr/sry)

HALAMAN:
1 2