Atlet putri asal Australia, Joanna Wietrzyk, viral lantaran mencret atau buang air besar saat lomba Hyrox di Beijing, China, akhir pekan lalu.
Insiden memalukan tersebut mengundang reaksi dari Hyrox World sebagai lembaga tertinggi olahraga tersebut.
Joanna Wietrzyk merupakan pemegang rekor dunia yang diundang ke Beijing dalam pagelaran Hyrox China. Namun nahas, Wietrzyk mengalami kejadian di luar dugaan dengan buang air besar saat berkegiatan di arena.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika melakukan latihan berat menggunakan alat yang dipakai bersama peserta lain, kotoran terlihat mengalir di kaki Wietrzyk.
Alih-alih berhenti, Wietrzyk terus melanjutkan lomba hingga usai. Insiden itu akhirnya viral di media sosial dan memicu perdebatan soal standar kesehatan, keselamatan, serta tanggung jawab Hyrox.
Hyrox merupakan kompetisi kebugaran yang diluncurkan di Jerman pada 2017. Ajang ini kian populer di sejumlah negara. Di China, Hyroz mulai dipertandingkan pada akhir 2024.
Perlombaan Hyrox meliputi berlari sejauh 1 kilometer yang dilakukan secara bergantian oleh setiap peserta, lalu latihan kebugaran dengan intensitas tinggi di setiap poin, seperti: rowing machine, sled pushes, burpee jumps, melempar bola beban, dan lunge dengan membawa sandbag.
Sebelum insiden di China, sanksi diberikan Hyrox kepada peserta yang melakukan pelanggaran ringan seperti membuang sampah sembarangan di lintasan, meludah atau membuang ingus ke lantai.
Akan tetapi tidak ada peraturan yang memuat protokol khusus soal kotoran manusia. Pendiri Hyrox, Moritz Furste, meminta maaf dan mengakui kesalahan soal kejadian di China itu.
"Hyrox melakukan kesalahan karena tidak segera bereaksi saat perlombaan berlangsung. Pada akhirnya, tugas sayalah untuk mengantisipasi potensi insiden semacam in, dan saya tidak melakukan itu," ujar Furste dalam unggahan di Instagram dikutip dari Guardian.
Dalam kesempatan itu Furste juga mengatakan Hyrox membuat perubahan peraturan dalam perlombaan setelah peristiwa di Beijing lalu.
"Saat ini, telah diberlakukan aturan dan prosedur baru untuk mencegah situasi seperti ini terulang kembali," tutur Furste.
Hyrox World mengatakan pihaknya memiliki prosedur medis dalam penanganan kontaminasi biologis. Hanya saja, protokol dalam partisipasi massal itu menimbulkan ambigu dalam penerapannya.
Sementara Hyrox China selaku penyelenggara dalam pernyataannya mengonfirmasi segala perlengkapan dan peralatan yang terdampak oleh Joanna Wietrzyk diisolasi dan dilakukan pembersihan.
Peralatan yang terkontaminasi juga disingkirkan. Karpet lokasi diganti dalam semalam agar lomba bisa dilanjutkan keesokan hari.
"Setelah insiden tersebut, panitia penyelenggara segera menutup dan mengisolasi area serta lintasan yang terdampak, lalu menyelesaikan proses disinfeksi secara menyeluruh," ungkap penyelenggara Hyrox China.
(sry/nva)