Empat Tahun Langkah PFA dan PAC Menggali Bakat Tanah Papua

CNN Indonesia
Kamis, 17 Sep 2026 11:00 WIB
Para atlet Papua Athletics Center (PAC) menjalani latihan di Mimika Sport Complex (MSC) di Papua Tengah pada Rabu (16/9). (CNN Indonesia/Haryanto Tri Wibowo)
Mimika, CNN Indonesia --

Selama empat tahun terakhir, nama-nama atlet muda Papua berhasil menghiasi panggung olahraga nasional bahkan internasional. Di antaranya keberhasilan itu terdapat peran penting Papua Football Academy (PFA) dan Papua Athletics Center (PAC).

PFA dan PAC merupakan dua kegiatan pengembangan olahraga yang berjalan berkat inisiasi dan dukungan PT Freeport Indonesia (PTFI). Kedua kegiatan itu sama-sama berjalan sejak 2022.

Manager Sport Management PTFI, Janjai Adii, mengaku bangga dengan apa yang sudah dicapai PFA dan PAC. Meski baru berusia 4 tahun, namun PFA dan PAC sudah mampu memberikan kontribusi mengharumkan nama Indonesia.

Janjai menyebut bukan tugas mudah untuk menjalankan PFA dan PAC. Terutama kedua kegiatan itu fokus pada mencari bakat atlet muda hanya dari tanah Papua.

"Menjadi satu tantangan tersendiri bagi kami karena ini merupakan hal yang baru. Sehingga kita perlu harus banyak mengetahui beberapa hal yang kita lihat mungkin harus butuh masukan. Tentunya dari orang-orang yang berpengalaman di bidang olahraga secara khusus untuk sepak bola dan atletik. Nah berbagai cara kami coba terus berusaha mengembangkan dengan program-program dan berkolaborasi bersama dengan PSSI untuk PFA kemudian PASI untuk atletik."

"Berbagai banyak prestasi juga sudah diukurkan sejak 4 tahun terakhir dimana dengan mengikuti kegiatan-kegiatan turnamen baik itu dari tingkat regional, nasional bahkan sampai tingkat internasional. Sehingga mulai banyak sumber daya Papua saat ini yang sudah mulai menunjukkan hasil yang memuaskan untuk mengharumkan nama Papua bagi Indonesia," ujar Janjai saat ditemui di Kuala Kencana, Papua Tengah, Rabu (16/9).

Manager Sport Management PT Freeport Indonesia, Janjai Adii, membeberkan tantangan PFA dan PAC yang baru dibentuk pada 2022. (CNN Indonesia/Haryanto Tri Wibowo)

Janjai mengatakan tantangan utama bagi PFA dan PAC adalah bagaimana mereka mencari sumber daya manusia secara khusus untuk anak-anak Papua, karena PFA dan PAC harus bisa mendapatkan potensi anak-anak yang benar-benar memiliki bakat.

"Kami coba membuat suatu program dengan mendesain alternatif-alternatif tentunya baik itu kita mengadakan mini turnamen atau kejuaraan kecil-kecilan demi bisa melihat potensi yang selama ini belum tereksplor dengan jelas, sehingga kita bisa benar-benar merekrut untuk anak-anak Papua yang benar-benar mereka memiliki cita-cita, memiliki bakat dan kemampuan dalam bidang olahraga," ucap Janjai.

Baca lanjutan artikel ini di halaman selanjutnya>>>

Respons Positif dari Publik Papua


BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :