Empat Tahun Langkah PFA dan PAC Menggali Bakat Tanah Papua
CNN Indonesia
Kamis, 17 Sep 2026 11:00 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Pemuda-pemuda Papua yang punya bakat atletik berlatih di Papua Athletics Center. (CNN Indonesia/Haryanto Tri Wibowo)
Hasil pembinaan PFA, yang berdiri sejak Agustus 2022, mulai terasa. Banyak pemain PFA yang memperkuat Timnas Indonesia di level kelompok usia.
Yang teranyar, Papua Football Academy kembali mengirimkan tiga siswanya untuk mengikuti pemusatan latihan Timnas Indonesia U-16 di Solo, Jawa Tengah, 12 September-11 Oktober 2026. Ketiga siswa tersebut adalah Alfa Christiano Sawaki asal Nabire, Daniel Febrianto asal Merauke, dan Dicky Carthensz Marani asal Jayapura.
Prestasi PAC juga tidak kalah bagus. Banyak atlet PAC yang meraih prestasi di level nasional dan internasional seperti SEA Games dan kejuaraan Asia Tenggara. Teranyar, atlet lempar lembing PAC, Silfanus Ndiken, berhasil masuk skuad atletik Indonesia untuk tampil di ajang Asian Games 2026.
Lebih lanjut, Janjai mengatakan respons yang diberikan masyarakat Papua terhadap Papua Football Academy (PFA) dan Papua Athletics Center (PAC) sangat positif.
Hal yang paling mendapat pujian adalah bukan hanya soal atlet-atlet PFA dan PAC bisa mengharumkan nama Papua di level nasional dan internasional, tapi juga bagaimana PFA dan PAC bisa mengubah seorang atlet muda Papua secara perilaku dan mental.
"Setelah 4 tahun berjalan tentunya publik memiliki respons yang positif sekali. Mengapa? Karena memang hasil yang kami tunjukkan menjadi satu kebanggaan bagi orang tua secara khusus, karena kami tidak hanya saja mengejar prestasi, tetapi tentunya kami juga berusaha untuk mengembangkan keperibadian baik itu tingkat kedisiplinan," ucap Janjai.
"Kepercayaan diri itu pun ditunjukkan pada saat mereka berkumpul bersama keluarga menunjukkan satu perubahan perilaku-perilaku yang berbeda, dan tentunya itu menjadi hal yang positif dan banyak orang tua juga sangat mengapresiasi atas program ini agar tetap terus berlanjut tentunya agar bisa menjadi dampak yang lebih luas lagi bagi tanah Papua," katanya menambahkan.
Atlet-atlet Papua Athletics Center (PAC) menjalani latihan dengan fasilitas yang tergolong baik. (CNN Indonesia/Haryanto Tri Wibowo)
Bahkan, Janjai menyebut ada sejumlah orang tua atlet, yang anaknya bergabung dengan PFA atau PAC, mengaku kaget dengan perubahan positif yang ditunjukkan anak mereka.
"Ada orang tua yang kaget dan bilang, 'Apa yang kalian lakukan di sana? Anak saya sekarang bangun pagi, langsung ikut membereskan rumah', perubahan-perubahan seperti itu," ujarnya.
PFA dan PAC menjalani latihan di Mimika Sport Complex (MSC), Papua Tengah. Bahkan khusus untuk para pemain PFA, mereka mendapatkan asrama yang terdapat di dalam MSC.
"Fasilitas MSC sendiri pertama itu dibangun untuk mendukung kegiatan PON 2021 Papua, kemudian dengan adanya fasilitas itu kami melihat bahwa fasilitas ini seharusnya bisa dimanfaatkan lebih baik lagi secara khusus untuk mengembangun masyarakat Papua," ucap Janjai.
"Dengan demikian dari kami melihat dengan potensi yang dimiliki oleh anak-anak Papua secara khusus untuk atletik dan sepak bola ini akan bisa sangat berguna bagi ke depannya dan hasil itu sudah kami tunjukkan dan sudah mulai terlihat dalam tahun keempat ini sudah menunjukkan perkembangan yang luar biasa," katanya menambahkan.
Janjai mengaku MSC membutuhkan dana sekitar Rp12 miliar per tahun untuk pengelolaan dan pemeliharaan.
(har/nva)
Mimika, CNN Indonesia --
Selama empat tahun terakhir, nama-nama atlet muda Papua berhasil menghiasi panggung olahraga nasional bahkan internasional. Di antaranya keberhasilan itu terdapat peran penting Papua Football Academy (PFA) dan Papua Athletics Center (PAC).
PFA dan PAC merupakan dua kegiatan pengembangan olahraga yang berjalan berkat inisiasi dan dukungan PT Freeport Indonesia (PTFI). Kedua kegiatan itu sama-sama berjalan sejak 2022.
Manager Sport Management PTFI, Janjai Adii, mengaku bangga dengan apa yang sudah dicapai PFA dan PAC. Meski baru berusia 4 tahun, namun PFA dan PAC sudah mampu memberikan kontribusi mengharumkan nama Indonesia.
Janjai menyebut bukan tugas mudah untuk menjalankan PFA dan PAC. Terutama kedua kegiatan itu fokus pada mencari bakat atlet muda hanya dari tanah Papua.
"Menjadi satu tantangan tersendiri bagi kami karena ini merupakan hal yang baru. Sehingga kita perlu harus banyak mengetahui beberapa hal yang kita lihat mungkin harus butuh masukan. Tentunya dari orang-orang yang berpengalaman di bidang olahraga secara khusus untuk sepak bola dan atletik. Nah berbagai cara kami coba terus berusaha mengembangkan dengan program-program dan berkolaborasi bersama dengan PSSI untuk PFA kemudian PASI untuk atletik."
"Berbagai banyak prestasi juga sudah diukurkan sejak 4 tahun terakhir dimana dengan mengikuti kegiatan-kegiatan turnamen baik itu dari tingkat regional, nasional bahkan sampai tingkat internasional. Sehingga mulai banyak sumber daya Papua saat ini yang sudah mulai menunjukkan hasil yang memuaskan untuk mengharumkan nama Papua bagi Indonesia," ujar Janjai saat ditemui di Kuala Kencana, Papua Tengah, Rabu (16/9).
Manager Sport Management PT Freeport Indonesia, Janjai Adii, membeberkan tantangan PFA dan PAC yang baru dibentuk pada 2022. (CNN Indonesia/Haryanto Tri Wibowo)
Janjai mengatakan tantangan utama bagi PFA dan PAC adalah bagaimana mereka mencari sumber daya manusia secara khusus untuk anak-anak Papua, karena PFA dan PAC harus bisa mendapatkan potensi anak-anak yang benar-benar memiliki bakat.
"Kami coba membuat suatu program dengan mendesain alternatif-alternatif tentunya baik itu kita mengadakan mini turnamen atau kejuaraan kecil-kecilan demi bisa melihat potensi yang selama ini belum tereksplor dengan jelas, sehingga kita bisa benar-benar merekrut untuk anak-anak Papua yang benar-benar mereka memiliki cita-cita, memiliki bakat dan kemampuan dalam bidang olahraga," ucap Janjai.
Baca lanjutan artikel ini di halaman selanjutnya>>>
Respons Positif dari Publik Papua
Pemuda-pemuda Papua yang punya bakat atletik berlatih di Papua Athletics Center. (CNN Indonesia/Haryanto Tri Wibowo)
Hasil pembinaan PFA, yang berdiri sejak Agustus 2022, mulai terasa. Banyak pemain PFA yang memperkuat Timnas Indonesia di level kelompok usia.
Yang teranyar, Papua Football Academy kembali mengirimkan tiga siswanya untuk mengikuti pemusatan latihan Timnas Indonesia U-16 di Solo, Jawa Tengah, 12 September-11 Oktober 2026. Ketiga siswa tersebut adalah Alfa Christiano Sawaki asal Nabire, Daniel Febrianto asal Merauke, dan Dicky Carthensz Marani asal Jayapura.
Prestasi PAC juga tidak kalah bagus. Banyak atlet PAC yang meraih prestasi di level nasional dan internasional seperti SEA Games dan kejuaraan Asia Tenggara. Teranyar, atlet lempar lembing PAC, Silfanus Ndiken, berhasil masuk skuad atletik Indonesia untuk tampil di ajang Asian Games 2026.
Lebih lanjut, Janjai mengatakan respons yang diberikan masyarakat Papua terhadap Papua Football Academy (PFA) dan Papua Athletics Center (PAC) sangat positif.
Hal yang paling mendapat pujian adalah bukan hanya soal atlet-atlet PFA dan PAC bisa mengharumkan nama Papua di level nasional dan internasional, tapi juga bagaimana PFA dan PAC bisa mengubah seorang atlet muda Papua secara perilaku dan mental.
"Setelah 4 tahun berjalan tentunya publik memiliki respons yang positif sekali. Mengapa? Karena memang hasil yang kami tunjukkan menjadi satu kebanggaan bagi orang tua secara khusus, karena kami tidak hanya saja mengejar prestasi, tetapi tentunya kami juga berusaha untuk mengembangkan keperibadian baik itu tingkat kedisiplinan," ucap Janjai.
"Kepercayaan diri itu pun ditunjukkan pada saat mereka berkumpul bersama keluarga menunjukkan satu perubahan perilaku-perilaku yang berbeda, dan tentunya itu menjadi hal yang positif dan banyak orang tua juga sangat mengapresiasi atas program ini agar tetap terus berlanjut tentunya agar bisa menjadi dampak yang lebih luas lagi bagi tanah Papua," katanya menambahkan.
Atlet-atlet Papua Athletics Center (PAC) menjalani latihan dengan fasilitas yang tergolong baik. (CNN Indonesia/Haryanto Tri Wibowo)
Bahkan, Janjai menyebut ada sejumlah orang tua atlet, yang anaknya bergabung dengan PFA atau PAC, mengaku kaget dengan perubahan positif yang ditunjukkan anak mereka.
"Ada orang tua yang kaget dan bilang, 'Apa yang kalian lakukan di sana? Anak saya sekarang bangun pagi, langsung ikut membereskan rumah', perubahan-perubahan seperti itu," ujarnya.
PFA dan PAC menjalani latihan di Mimika Sport Complex (MSC), Papua Tengah. Bahkan khusus untuk para pemain PFA, mereka mendapatkan asrama yang terdapat di dalam MSC.
"Fasilitas MSC sendiri pertama itu dibangun untuk mendukung kegiatan PON 2021 Papua, kemudian dengan adanya fasilitas itu kami melihat bahwa fasilitas ini seharusnya bisa dimanfaatkan lebih baik lagi secara khusus untuk mengembangun masyarakat Papua," ucap Janjai.
"Dengan demikian dari kami melihat dengan potensi yang dimiliki oleh anak-anak Papua secara khusus untuk atletik dan sepak bola ini akan bisa sangat berguna bagi ke depannya dan hasil itu sudah kami tunjukkan dan sudah mulai terlihat dalam tahun keempat ini sudah menunjukkan perkembangan yang luar biasa," katanya menambahkan.
Janjai mengaku MSC membutuhkan dana sekitar Rp12 miliar per tahun untuk pengelolaan dan pemeliharaan.