Papua Athletics Center: Gerbang Atlet Papua Meraih Prestasi

CNN Indonesia
Jumat, 18 Sep 2026 11:25 WIB
Para atlet Papua Athletics Center (PAC) menjalani latihan di Mimika Sport Complex (MSC) di Papua Tengah pada Rabu (16/9). (CNN Indonesia/Haryanto Tri Wibowo)
Jakarta, CNN Indonesia --

Papua Athletics Center (PAC) bukan sekadar pusat latihan bagi atlet atletik asal Papua, melainkan bukti bahwa daerah mampu menjadi pusat lahirnya atlet berprestasi jika diberi akses fasilitas, pelatih, dan kesempatan bertanding.

Dibentuk pada 2022 sebagai kerja sama strategis antara Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) dan PT Freeport Indonesia (PTFI), PAC memiliki misi mengembangkan potensi atletik nasional secara merata, agar tidak hanya terpusat di Pulau Jawa.

PAC membuka akses pembinaan berkualitas bagi anak-anak muda dari pelosok Papua, hingga membangun sistem regenerasi atletik yang berkelanjutan.

"Dengan adanya PAC ini kita sangat membantu anak-anak Papua untuk lebih maju lagi. Kami ada ahli gizi juga datang untuk mengatur porsi makan mereka, untuk ke target mereka untuk pencapaian prestasi," ujar Prasetyo Utomo, pelatih PAC.

Para atlet PAC berlatih di Mimika Sport Complex (MSC) yang terletak di Mimika, Papua Tengah. Dalam kompleks olahraga yang dibangun PTFI bekerja sama dengan pemerintah setempat, para atlet PAC mendapat fasilitas terbaik.

MSC dibangun untuk mendukung pengembangan atlet-atlet asal Papua. Kompleks itu dilengkapi fasilitas atletik, lapangan sepak bola rumput alami dan sintetis, hall basket indoor untuk sejumlah cabang olahraga lain, gym, serta wisma atlet.

Manajemen PAC bukan hanya sekadar meningkatkan kemampuan atlet lewat latihan, tapi juga memberikan asupan nutrisi terbaik, pelatihan nutrisi hingga sport massage. Sementara memperbanyak kesempatan menjalani kejuaraan merupakan cara untuk meningkatkan mental dan kepercayaan diri atlet.

"Jadi kalau mereka sudah latihan sampai titik maksimal di sini, kalau sudah lewat limitnya, itu dia percaya diri bahwa dia mampu. Jadi kadang atlet itu kalau kita sudah beri tahu catatan waktunya, itu di pemahaman dia itu dia bisa."

"Jadi kadang kita kasih latih itu, kalau atlet itu belum sampai titik maksimal, dan kita ajak tampil kejuaraan di keluar, dia bisa minder. Sudah down duluan," ucap pelatih PAC, Engel Birthwiai.

Hal yang sama diungkap Ronald Letsoin, pelatih PAC untuk nomor sprint dan long sprint. Ronald menyebut para atlet Papua butuh jam terbang agar tidak merasa minder.

"Kalau di atletik itu sebenarnya sama dengan sepak bola juga. Minder itu manakala atlet itu baru latihan, belum punya jam terbang. Tetapi kalau punya jam terbang levelnya sudah seperti di pelatnas, jadi sudah tidak minder."

"Bahkan punya motivasi lebih tinggi. Dengan keberadaan PAC itu, cabang olahraga atletik di Indonesia sudah merata dan diperhitungkan di Indonesia dari Papua. Sudah dua kali SEA Games terakhir dari PAC ada dua. Di lempar lembing sudah pergi ke Nagoya untuk Asian Games 2026, Silfanus Niken namanya," ucap Ronald menambahkan.

Respons Atlet Papua

Saat ini Papua Athletics Center (PAC) menangani 19 atlet dari berbagai nomor atletik. Sejumlah turnamen diikuti atlet-atlet PAC baik di level nasional dan internasional. Atlet PAC yang terpilih dikumpulkan di MSC, diberi pelatihan terprogram, tempat tinggal, asupan gizi, serta kesempatan bertanding.

Sejumlah prestasi yang diraih atlet PAC di antaranya adalah Kresensia Mobok Ndiken, yang memecahkan Rekor Nasional Lempar Lembing U-20 (Women) di Philippine Athletics Championship dengan lemparan sejauh 44.72 meter.

Para atlet Papua Athletics Center (PAC) menjalani latihan di Mimika Sport Complex (MSC) di Papua Tengah pada Rabu (16/9). (CNN Indonesia/Haryanto Tri Wibowo)

Selain itu Lina Hisage mencatatkan rekor nasional baru untuk Tolak Peluru U18 (Putri) di ajang 14th ASEAN Schools Games di Brunei Darussalam dengan berhasil melakukan tolakan sejauh 14.72 meter.

Di putra, ada Silfanus Ndiken yang mencatatkan Rekor Nasional baru untuk Lempar Lembing di ajang LPS Kejurnas Atletik dan Indonesia U1 Open Championships dengan lemparan sejauh 71.03 meter. Silfanus juga memperkuat Indonesia di ajang Asian Games 2026.

Program pelatihan yang diberikan PAC mendapat pujian dari para atlet, salah satunya Benediktus Tsolme. Atlet putra nomor 400 meter itu mengaku mindset dan kemampuannya berubah sejak bergabung dengan PAC.

"Saya bergabung di PAC mulai 2024. Saya merasa senang dan biasa menjalankan program latihan. Biasanya kami ada latihan disiplin, ada psikolog juga. Pokoknya kami belajar tentang mental semua dikasih matang biar kalau bertanding tidak takut di lapangan."

"Sebelum bergabung dengan PAC, saya bertanding itu ragu dan takut lihat lawan di samping, seperti tidak percaya diri. Tapi lama-lama saya anggap biasa saja. Pokoknya seperti biasa tidak ada takut-takut," kata Benediktus menambahkan.

Sementara Kresensia Mobok Ndiken, atlet lempar lembing putri berprestasi asal Merauke, mengatakan PAC membuatnya tidak hanya berprestasi di lapangan, tapi juga mengejar prestasi di luar lapangan. Atlet 19 tahun itu mengaku juga ingin melanjutkan pendidikan dengan kuliah tahun depan.

"Keseharian latihan dari pagi sampai jam 9, kalau sore jam 2 sampai jam 5. Ada latihan di gym dan di lapangan juga. Sebelum bergabung PAC lemparan cuma sampai 30, setelah gabung bisa naik lemparannya jadi 44,72 meter, sekaligus rekor nasional," ucap Kresensia.

"Yang diajarkan di PAC ada disiplin, konsisten waktu, dan makanan juga sudah diatur oleh ahli gizi. Rencana tahun depan saya ingin kuliah jurusan keolahragaan," ujar Kresensia.

(har)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK