Hei Timnas Indonesia, Ingat Jangan Sekali-kali Besar Kepala
Berkaca dari kegagalan di Piala AFF 2026, Timnas Indonesia pantang besar kepala di FIFA ASEAN Cup 2026. Waspada penuh ke semua lawan.
Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, telah menetapkan 23 pemain. Doni Tri Pamungkas dan Yakob Sayuri dicoret. Penggantinya, Shayne Pattynama dan Rizky Eka Pratama.
Ada 17 pemain naturalisasi di dalam tim juru taktik asal Inggris tersebut. Jumlah ini paling banyak dari peserta manapun di FIFA ASEAN Cup 2026. Bahkan juga lebih gemuk dari Piala AFF 2026, 15 nama.
Pemain naturalisasi yang dipanggil juga kelas wahid. Ini berbeda dengan Piala AFF 2026 karena masih berkutat di Super League. Hanya Mitchell Baker berlabel klub asing, saat itu.
Artinya Herdman bisa menerjunkan kekuatan maksimal. Meski minus Jay Idzes, sosok lain dapat jadi tumpuan pertahanan. Sebut saja Justin Hubner, Elkan Baggott, hingga Kevin Diks.
Melihat ke belakang, lini belakang jadi pekerjaan rumah besar Indonesia. Sebab, Herdman tak konsisten menyusun komposisi sektor ini dalam empat laga penyisihan grup Piala AFF 2026.
Kini, dengan skuad lebih mewah, semestinya tak ada pembenaran bahwa Indonesia pincang dalam urusan pertahanan. Walaupun Idzes tak ikut serta, kreasi Herdman di sektor ini bakal jadi kunci.
Tiga pilar utama, Elkan Baggott, Rizky Ridho, dan Justin Hubner, berpeluang besar jadi andalan. Namun, tak menutup kemungkinan bek dengan habitat di sayap, seperti Kevin Diks, direposisi.
Lini tengah juga perlu diperhatikan. Dalam Piala AFF 2026, duet Thom Haye dan Marc Klok ternyata mati kutu lawan Vietnam dan Singapura. Haye butuh pendamping dengan kualitas sepadan.
Joey Pelupessy bisa jadi jawabannya. Jika Pelupessy berhalangan, Haye bisa duet dengan Calvin Verdonk atau Nathan Tjoe-A-On. Kebetulan Verdonk dan Nathan berkarakter versatile.
Untuk lini depan, Mitchell Baker diharapkan kembali tajam. Terlebih ada Luke Vickery dan Ole Romeny. Tinggal bagaimana Herdman menentukan pos tugas nama-nama ini sebagai juru gedor.
Pada sisi lain, lawan tentu sudah mempersiapkan ragam skenario, termasuk melawan Indonesia. Mengalahkan Indonesia di GBK tentu akan menjadi sebuah kenangan yang manis bagi tim-tim ASEAN.
Baca lanjutan analisis ini di halaman berikutnya >>>