Tantangan paling berat bagi Timnas Indonesia pada laga semalam adalah bermain dengan 10 prajurit saja. Terlebih taktik monoton dari John Herdman tak membuahkan angka bagi Indonesia bahkan sebelum wasit mengeluarkan kartu merah dari kantungnya.
Pola 3-4-3 dan 4-3-3 saat menyerang jadi formula juru taktik 51 tahun itu. Saat bermain dengan 10 orang, pakem berubah jadi 4-4-1 dan 5-3-1.
Persoalannya adalah pendekatan homogen dari pemain di lapangan. Saat memilih melepaskan bola jauh, misalnya, tak dibarengi dengan kesadaran bahwa Malaysia menerapkan garis pertahanan tinggi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bola mati juga tak jadi jawaban bagi Timnas Indonesia. Ini berkaitan dengan lebih sedikitnya jumlah pelanggaran oleh Malaysia (9) dibandingkan Indonesia (11). Skema lemparan jauh ke dalam juga tak ada gol dari tuan rumah.
Di sisi lain, satu hal yang perlu diapresiasi adalah cara Indonesia bersikap di sektor pertahanan. Tanpa menumpuk lima pemain belakang, Malaysia kesulitan menjebol gawang lantaran lini tengah dibuat ekstra rapat agar bola lebih awal terbendung.
Termasuk ketika akhir babak kedua Herdman menempatkan lima pemain bertahan mengisi lini belakang. Cara ini semakin membuat Malaysia kesulitan menggetarkan jala lawan.
Penampilan Maarten Paes juga layak dipuji. Jatuh dan bangun kiper Ajax Amsterdam itu membuat pemain lawan garuk-garuk kepala. Tujuh kali penyelamatan jadi bukti kualitas kiper 28 tahun itu.
John Herdman saat memberikan instruksi di laga Indonesia vs Malaysia. (ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT) |
Namun, terlepas dari itu semua publik tak boleh lupa pula bahwa John Herdman perlu banyak evaluasi dari laga ini. Masih ada satu pertandingan terakhir lawan Bangladesh sebagai penentu nasib menuju babak final.
Selanjutnya Timnas Indonesia akan menghadapi Bangladesh pada Kamis (1/10) sekaligus jadi penentu nasib menuju babak final. Kemenangan jadi harapan dan bermain apik juga merupakan sebuah keinginan.
Indonesia (+2) wajib menang dengan selisih gol lebih banyak dari Malaysia (+3). Namun, jika Harimau Malaya dijegal Singapura akan jadi berita baik untuk tim Garuda.
(ikw/jun)
