ANALISIS ASIAN GAMES 2026

Ketika Leo/Daniel Bersama Kembali ke Jalan Penuh Cahaya

Putra Permata Tegar Idaman | CNN Indonesia
Kamis, 01 Okt 2026 19:00 WIB
Leo/Daniel sukses meraih medali emas Asian Games 2026. (REUTERS/Eloisa Lopez)
Jakarta, CNN Indonesia --

Situasi di gim ketiga laga final Asian Games 2026 antara Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin vs Liang Weikeng/Wang Chan mendadak kembali menegangkan. Leo/Daniel yang sempat unggul 18-13 kehilangan empat poin beruntun dan skor menjadi 18-17.

Arah permainan sedang dikuasai oleh Liang/Wang. Mereka kembali percaya diri untuk mengejar.

Dalam situasi tersebut, Leo/Daniel terus ditekan dalam permainan berikutnya. Namun pukulan Liang Weikeng yang membentur net jadi poin tambahan bagi Leo/Daniel. 19-17.

Tekanan bagi Leo/Daniel belum usai. Pada permainan selanjutnya, Daniel melakukan kesalahan sehingga skor berubah jadi 19-18.

Walaupun tekanan makin kuat datang ke arah Leo/Daniel, sebuah smes Leo yang tak bisa dikembalikan Liang Weikeng mengantar Leo/Daniel meraih match point.

Dalam servis yang dipegang Leo, Leo/Daniel bisa berada dalam posisi menekan. Smes Daniel yang mendarat telak di lapangan lawan kemudian jadi poin ke-21 bagi Leo/Daniel.

Emas Asian Games untuk Leo/Daniel!
Emas untuk Indonesia!

Keberhasilan Leo/Daniel merebut emas Asian Games ini adalah jawaban dari banyak hal.

Jawaban dari kehadiran Leo/Daniel dalam skuad Asian Games 2026.
Jawaban dari Tim Badminton Indonesia setelah mereka lebih sering menuai kegagalan.

Emas Leo/Daniel jadi emas kedua Tim Badminton Indonesia di Asian Games 2026. Hal itu membuat Indonesia melewati target yang telah ditetapkan untuk Asian Games 2026.

Selain itu, emas Asian Games ini mengembalikan Leo/Daniel ke jalan penuh cahaya. Jalan yang sebelumnya memang sudah dipercaya bakal ditempuh oleh mereka.

Tujuh tahun lalu, Leo/Daniel berhasil jadi juara dunia junior. Leo/Daniel berhasil menyabet gelar bergengsi tersebut setelah Indonesia lama tak memiliki juara dunia junior.

Dua tahun berselang, Leo/Daniel berhasil masuk skuad Thomas Cup 2020 yang digelar di 2021. Leo/Daniel memenangkan seleksi untuk masuk ke skuad Thomas Cup sehingga akhirnya mereka punya pengalaman bermain dalam skuad dengan ganda papan atas Indonesia seperti Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto.

Pada tahun itu pula, Leo/Daniel bisa memenangkan emas SEA Games 2021. Hal itu membuat langkah Leo/Daniel terasa cepat di jalan yang penuh cahaya.

Di tahun 2022, Leo/Daniel juga sudah bisa memenangkan Singapore Open disusul Indonesia Masters di tahun 2023. Leo/Daniel diyakini bisa ikut bersaing dalam perburuan tiket menuju Olimpiade Paris 2024.

Namun setelah itu, perjalanan Leo/Daniel tak secepat yang dibayangkan banyak orang. Mereka kesulitan untuk menang di turnamen level Super 750 dan level Super 1000. Puncaknya, Leo/Daniel tak bisa lolos ke Olimpiade Paris 2024.

Hal inilah yang kemudian mendorong perubahan di nomor ganda putra. Leo dan Daniel dipisah karena nomor ganda putra butuh penyegaran secara keseluruhan setelah gagal di Paris 2024. Leo berpasangan dengan Bagas Maulana sedangkan Daniel disandingkan dengan Muhammad Shohibul Fikri.

Leo/Daniel sudah diharapkan banyak orang untuk jadi andalan sejak mereka masih junior. (dok. PBSI)

Duet Leo/Daniel jelas sudah terlihat menjauh dari cahaya. Mereka memulai perjalanan baru dengan tidak lagi berpasangan.

Dalam kondisi pisah jalan, Leo dan Daniel terus berjuang bersama pasangan masing-masing. Leo/Bagas dan Fikri/Daniel berusaha keras untuk menembus persaingan papan atas dalam waktu cepat.

Yang terjadi kemudian malah Daniel cedera parah di lutut kiri usai tampil di Piala Sudirman 2025. Daniel harus menjalani operasi dan butuh waktu panjang untuk kembali ke lapangan.

Di sisi lain, Leo/Bagas juga sempat berhasil menembus peringkat 9 dunia dan jadi runner up All England. Namun tak jarang juga mereka merasakan early exit di BWF Tour.

Jelang Japan Open dan China Open 2025, titik awal Leo dan Daniel bersatu dimulai. Memang tak langsung berkaitan namun berhubungan.

Saat itu, Muhammad Rian Ardianto tak bisa ikut Japan Open dan China Open. Pelatih Antonius Budi Ariantho memutuskan untuk memasangkan Fajar Alfian dengan Fikri yang juga sedang tak punya agenda karena menunggu Daniel menjalani proses pemulihan.

Ternyata, duet Fajar/Fikri bisa berbicara banyak dan langsung bersaing di papan atas. Fajar/Fikri pun langsung dipermanenkan beberapa bulan kemudian.

Masuk ke 2026, Daniel sembuh dan dalam kondisi tidak punya pasangan. Leo/Bagas masih berpasangan tetapi hasilnya belum signfikan.

Antonius yang memang sudah membentuk Leo/Daniel jadi pasangan di PB Djarum kemudian mengambil keputusan. Leo dan Daniel kembali berpasangan di lapangan.

Keputusan yang cukup berisiko karena Leo/Daniel terbukti belum bisa menembus papan atas di kesempatan pertama. Ada beban yang langsung mengikuti jejak Leo/Daniel ketika mereka kembali berpasangan.

Leo dan Daniel akhirnya kembali berpasangan. Mereka merintis ulang jalan di saat seharusnya mereka sudah jadi tulang punggung dan andalan.

Dan jalan mereka tidak mudah. Meski sempat jadi juara di turnamen pertama di Thailand, Leo/Daniel masih menjalani hasil turnamen layaknya roller coaster.

Sampai sebelum Asian Games digelar, Leo/Daniel sebenarnya belum menunjukkan kepantasan penuh untuk bisa masuk skuad Asian Games. Prestasi Leo/Daniel masih turun-naik meskipun sudah mengoleksi dua gelar hanya dalam kurun waktu lima bulan.

Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin bisa langsung juara Thailand Open saat kembali berpasangan. (Dok. PBSI)

Dari segi peringkat, Leo/Daniel bukanlah termasuk dua ganda putra terbaik Indonesia. Masih ada sejumlah ganda lain yang ada di atas mereka.

Namun akhirnya, Antonius Budi memilih Leo/Daniel untuk masuk skuad Asian Games bersama Fajar/Fikri. Pilihan itu yang kemudian dijawab dengan baik oleh Leo/Daniel.

Leo/Daniel ikut menyumbang poin di semifinal dan final nomor beregu putra. Performa apik itu lanjut ke nomor perorangan.

Leo/Daniel tampil luar biasa dan melenggang ke semifinal dengan nyaman. Di babak semifinal dan final, Leo/Daniel mengalahkan Kim Won Ho/Seo Seung Jae dan Liang Weikeng/Wang Chan dalam dua hari beruntun.

Emas Asian Games kini sudah menggantung di leher mereka. Sebuah tanda nyata, bahwa mereka kembali ke jalan yang penuh cahaya.

Hari-hari yang Berbeda untuk Amri/Nita


BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :