Tim kuadran putra sepak takraw Indonesia menyiapkan strategi khusus untuk menghadapi tim tuan rumah Jepang pada partai puncak perebutan medali emas Asian Games Aichi-Nagoya 2026 pada Sabtu (3/10).
Kapten Kuadran Putra Indonesia Muhammad Hardiansyah Muliang, menyebut tim Jepang punya pola permainan khas yang harus mereka antisipasi agar tidak menjadi penyulit kemenangan mereka.
"Dia sepertinya ada strategi baru dari segi smes dan umpan ya. Tapi, kami akan periksa lagi (videonya) dan lihat besok penerapannya. Pastinya kami siapkan strategi khusus untuk mereka," kata Hardiansyah dikutip dari Antara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendati enggan menyebut strategi baru yang akan diusung, tim kuadran Indonesia dan Jepang berasal dari pool yang sama.
Kuadran putra Jepang dan Indonesia sudah pernah bertemu pada fase penyisihan Grup B, dengan hasil kemenangan bagi tim Indonesia.
Namun pada laga semifinal, Jepang mengusung pola permainan yang berbeda saat menghadapi India. Hasilnya, tim tuan rumah menang dua set langsung 15-12 dan 15-13 dari India, dan memastikan langkah ke final.
Kendati begitu, Hardiansyah optimistis bisa memberikan hasil terbaik berbekal kemampuan dan pengalaman bersama timnya yang sudah diperoleh pada laga kuadran.
"Rahasia kami adalah kekompakan, kemudian feeder dan smes harus betul-betul klop chemistry-nya, supaya bisa dapat poin satu per satu," ujar Hardiansyah.
Keberhasilan tim kuadran putra Indonesia melenggang ke babak final tidak diikuti dengan tim kuadran putri. Mereka terhenti pada babak semifinal setelah dikalahkan Thailand lewat dua set langsung.
Tim kuadran putri turut menyumbang perolehan medali perunggu ketiga dari sepak takraw. Total medali tiga medali perunggu sudah disumbangkan cabang olahraga sepak takraw. Dua perunggu sebelumnya diraih tim regu putra dan tim regu putri.
(jun)