Ketum PBSI: Hari Ini Bersyukur, Besok Kerja Keras Lagi
Ketua Umum PBSI Fadil Imran menyatakan 2 emas, 1 perak, 3 perunggu Asian Games 2026 tidak akan membuat mereka terlena untuk terus bekerja keras memburu prestasi lainnya hingga Olimpiade 2028 mendatang.
Syukuran prestasi Asian Games digelar di Pelatnas Cipayung, Rabu (7/10). Dalam acara tersebut, PBSI memberikan apresiasi pada semua pihak yang terlibat, baik itu atlet, pelatih, hingga team support.
Fadil menekankan hasil di Asian Games ini memberikan keyakinan tambahan untuk menatap turnamen-turnamen berikutnya. Namun Fadil juga meminta para pemain untuk tidak cepat berpuas diri.
"Hasil Asian Games memberi kami keyakinan bahwa proses pembinaan dan regenerasi yang sedang dibangun mulai menunjukkan hasil."
"Tetapi saya selalu ingatkan anak-anak, jangan cepat puas. Mulai terlihat bukan berarti selesai. Masih banyak yang harus kita evaluasi dan perbaiki. Perjalanan kita masih panjang, dan tujuan besarnya tetap sama: membangun prestasi yang konsisten menuju Olimpiade Los Angeles 2028," kata Fadil seusai acara.
Fadil tak lupa berterima kasih pada seluruh pihak terkait. Namun ia kembali menekankan bahwa PBSI akan kembali bekerja keras.
"Terima kasih kepada pemerintah, kepada NOC Indonesia, KONI, sponsor dan mitra klub, Pengprov, teman-teman media, serta seluruh masyarakat Indonesia atas doa dan dukungannya."
"Hari ini kita bersyukur, setelah ini kita kembali bekerja, berlatih, dan berjuang untuk Merah Putih," tutur Fadil.
Harapan Fadil agar atlet tidak terlalu lama larut dalam rasa puas juga ia sampaikan saat memberi sambutan di panggung.
"Hari ini kalian boleh bangga. Nikmati. Peluk orang tua, ucapkan terima kasih pada orang tua dan pelatih. Syukuri kesempatan yang ada."
"Setelah itu, kembali berlatih. Karena atlet besar bukan hanya atlet yang pernah jadi juara, tetapi yang selalu haus untuk jadi juara," ujar Fadil.
Fadil juga berharap bahwa prestasi atlet Indonesia di Asian Games ini turut meningkatkan gairah dan semangat regenerasi di kalangan generasi berikutnya.
"Suatu hari saya ingin membela Indonesia seperti mereka [pemain badminton Indonesia]. Kalau perasaan itu terus hidup, maka visi menjadikan bulu tangkis menjadi kegembiraan dan kebanggaan akan terus hidup. Hari ini, kita bersyukur, besok sudah bekerja kembali," kata Fadil.
Dalam kesempatan tersebut, PBSI mengucurkan apresiasi total sebesar Rp4,5 miliar untuk para pemain. Di luar itu, PBSI juga memberikan apresiasi pada manajer, pelatih, dan team support.
"Kita membawa pulang dua emas, satu perak, dan tiga perunggu. Tentu kami bangga, tetapi yang ingin kami apresiasi bukan hanya mereka yang berdiri di podium."
"Ada para pelatih, tim performa, ofisial, staf, dan karyawan pelatnas, serta banyak orang yang bekerja di belakang layar. Prestasi ini adalah hasil kerja bersama," tutur Fadil.
Sementara itu Waketum PBSI Taufik Hidayat menekankan bahwa bonus dan apresiasi akan selalu mengiringi prestasi. Karena itu fokus yang harus terus dijadikan tujuan atlet adalah prestasi.
"Karena tanpa ada prestasi nggak mungkin ada reward, bonus. Jadi saya harap Asian Games ini jangan jadi bumerang. Bahwa tujuan kita tetap, kepengurusan kita ini adalah Olimpiade 2028," tutur Taufik.
Taufik pun berharap prestasi di Asian Games bisa jadi pelecut untuk memburu prestasi yang lebih besar.
"Mudah-mudahan ini jadi satu motivasi untuk ke depannya bahwa kita percaya bahwa regenerasi itu harus dijalankan. Bahwa di awal kita pas terakhir kemarin di beregu kita final, saya berdiskusi dengan Pak Ketum karena memang ya saya menyaksikan langsung bahwa ini baru mau mulai, bahwa kita harus paham juga kita baru dua tahun. Olahraga nggak ada yang instan, kita butuh proses."
Jadi kita nggak bisa juga begitu kita duduk di sini, orang sana-sini [bertanya] mana prestasinya. Tapi kita tetap akan buktikan bahwa kita butuh proses dan Alhamdulillah kemarin Asian Games terjadi ya, kita dapat dua medali emas, perak, perunggu. Dan mudah-mudahan ini ke depannya kita akan konsolidasi lagi dengan anak-anak untuk lebih baik lagi," ujar Taufik.
(ptr/nva)