WAWANCARA EKSKLUSIF

Antonius Budi: Melatih dengan Melihat Kekurangan Atlet

Putra Permata Tegar Idaman | CNN Indonesia
Jumat, 09 Okt 2026 15:30 WIB
Pelatih ganda putra, Antonius Budi Ariantho. (Arsip PBSI)
Antonius bertekad untuk bisa membawa ganda putra Indonesia berprestasi di Olimpiade. (Arsip PBSI)

Anda memegang nomor ganda putra yang merupakan salah satu nomor yang disebut tidak pernah kekurangan bakat di Indonesia. Bagaimana perasaaan anda dan seberapa besar bebannya?

Beban pasti ada. Apalagi sektor ganda putra dari dulu kan sangat baik prestasinya. Memang saat saya masuk, dengan materi yang ada, saya berusaha untuk berusaha berprestasi, lebih baik lagi dari sebelumnya, fokus saya ke situ.

Karena memang sektor ganda putra itu dari zaman saya main, zaman senior saya main, itu prestasinya bagus, regenerasinya bagus. Kami harus berusaha mempertahankan, kalau bisa lebih baik lagi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tetapi waktu anda datang, keadaan di ganda putra Indonesia tak begitu baik. Ahsan/Hendra dan Kevin/Marcus sudah pensiun, pemain-pemain di bawahnya pun mungkin sedang merasa stagnan dan jenuh dari segi prestasi karena gagal lolos atau gagal berprestasi di Olimpiade 2024. Bagaimana melihat hal itu?

Itu memang kondisi saya ketika saya datang, saya dikasih materi yang ada. Ditinggal pemain-pemain senior seperti Ahsan/Hendra, Kevin dan Sinyo [Marcus]. Itu setengah mati itu.

Itu kan dulunya mereka panutan banget. Paling senior hanya ada Fajar/Rian, itu satu saja. Bagaimana caranya saya bisa mempertahankan prestasi sektor ganda putra atau menjadikan lebih baik lagi? Itu tantangan saya di situ terbilang luar biasa.

Kalau kamu tadi bilang itu berat, saya sudah terima tugas dan keadaan yang seperti iini, jadi saya hadapi. Pelan-pelan saya mencoba total untuk berusaha paling tidak ganda Indonesia bisa bersaing di level atas dunia.

Pebulu tangkis ganda putra Indonesia Fajar Alfian dan Muhammad Rian Ardianto mengembalikan kok ke arah ganda putra Korea Selatan Kim Won Ho/Seo Seung Jae dalam babak semifinal Kapal Api Indonesia Open 2025 di Istora Senayan, Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu, 7 Juni 2025. Fajar/Rian terhenti di semifinal setelah kalah dalam rubber gim dengan skor 18-21, 21-19, 21-23. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)Saat Antonius datang, Fajar/Rian jadi ganda putra paling senior di Pelatnas Cipayung. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)

Lalu soal kejenuhan prestasi di nomor ganda saat anda datang karena prestasi sedang stagnan. Bagaimana situasi yang anda rasakan di awal?

Ada perbedaan pelatih, pasti gaya melatihnya berbeda. Saya, Aryono, atau Herry IP, itu kan pasti beda gaya kepelatihannya.

Mereka sudah lama tuh sama Aryono, pernah juga sama Herry IP. Di situ yang awal-awal sangat berat buat saya.

Maksudnya mengubah kebiasaan yang sudah berjalan lama dalam pola latihan keseharian?

Iya dong. Walaupun kurang lebih sama ya kayak stroke, drilling, pola main. Tapi dengan gaya saya, dengan cara saya, tujuan saya untuk menaikkan standarnya pemain, kan beda-beda. Gayanya beda, caranya beda. Itu yang buat saya selama 1-3 bulan awal jadi tantangan bagi saya saat itu.

Dari pendapat sejumlah orang yang beredar, ganda Indonesia kini disebut punya defense yang lebih solid. Apakah anda memang memberi perhatian lebih pada penguatan defense sehingga ganda Indonesia tidak hanya terkenal karena serangannya saja?

Ya itu tadi, makanya saya bilang gayanya beda. Saya selalu melihatnya dari kekurangan atlet. Oh, atlet ini kurangnya di defense. Oh dia lebihnya di sini. Jadi porsinya saya bedakan. Secara individu, tergantung kebutuhan masing-masing atlet.

Kayak Fikri, Fajar, Leo, Daniel, dan lain-lain kan punya kelemahan dan kelebihan yang berbeda. Di situ porsi yang saya tingkatkan. Jadi misal saya merasa pemain defensenya kurang nih, mungkin bisa hampir tiap hari saya latih pola defense.

Waktu tawaran jadi pelatih ganda putra Pelatnas Cipayung ini datang, apakah anda langsung mengiyakan?

Saya ditawari Pak Waketum [Taufik Hidayat], istilahnya disuruh bantu di dalam PBSI. Terus saya merasa saya kan juga dibesarkan di PBSI. Saya rasa tidak ada salahnya saya membantu, mencoba di Pelatnas Cipayung. Tetapi kan pada saat itu saya belum tahu mau ditaruh di mana.

Berarti tidak langsung dibilang posisi pelatih ganda putra secara detail?

Enggak, tidak tahu saya. Tidak tahu ditaruh di mana. Tetapi ya masa saya ditaruh di tunggal putra? Kan gak mungkin, ya? Hahahaha

Jadi langsung mengiyakan tawaran tersebut?

Saya tidak langsung, saya bilang kasih saya waktu untuk berpikir. Karena saya butuh konsultasi dengan keluarga, sama klub PB Djarum, pimpinan klub. Saya juga harus izin, pamitan, diskusi juga sama keluarga.

Tim Beregu Putra Indonesia usai berhasil memenangkan medali emas Asian Games 2026. (Arsip PBSI)Antonius menilai sukses di Asian Games berpengaruh besar terhadap sektor ganda putra. (Arsip PBSI)

Apakah anda sebelumnya pernah jadi pelatih di Pelatnas Cipayung?

Saya belum pernah. Setelah Thomas Cup tahun 2000, saya resign. Lalu saya kembali ke klub PB Djarum. Di sana saya melatih pemain-pemain junior kayak Ribka [Sugiarto], Ana [Febriana Dwipuji Kusuma], Masita [Mahmudin], terus Leo/Daniel, banyaklah. Anak didik saya semua itu.

Apa target terbesar anda sebagai pelatih ganda putra?

Pastinya saya ingin memastikan atlet saya bisa main di Olimpiade 2028 mendatang di Los Angeles. Saya berharap kalau sudah masuk Olimpiade, pasti targetnya juara, dapat medali. Target terbesar ya itu.

Seberapa besar pengaruh prestasi di Asian Games terhadap keyakinan anda dan tim ganda putra untuk menatap Olimpiade 2028?

Momen Asian Games ini sangat positif bagi atlet, agar supaya bisa dijaga. Prestasi di Asian Games bisa menambah motivasi, agar saya juga semakin banyak belajar lagi, semakin fokus lagi, dan saya juga lebih meningkatkan kualitas saya sebagai pelatih.

(sry)

HALAMAN:
1 2 3