Cerita Unik Radja Nainggolan Soal Azan Subuh dan Main PS di Indonesia
Mantan pemain Bhayangkara FC, Radja Nainggolan, menceritakan pengalaman unik selama tinggal di Indonesia.
Pemain yang pernah malang melintang di liga Italia itu mengaku butuh adaptasi untuk tinggal di Indonesia lantaran banyak perbedaan dengan kehidupan di Eropa.
Dalam wawancara yang dikutip dari Nieuwsblad, pemain berusia 38 tahun itu mengenang kesehariannya selama berkarier di Indonesia pada 2023 hingga 2024. Salah satunya adalah soal azan subuh.
Radja mengatakan dirinya tinggal di lantai 28 sebuah gedung di Jakarta. Perbedaan waktu dengan Belgia membuatnya baru bisa bermain secara daring dengan teman-temannya melalui PlayStation pada dini hari di Indonesia.
"Saya tinggal di lantai 28. Kalau ingin berkomunikasi dengan teman-teman di Belgia melalui PlayStation, di sini [Eropa] sudah pukul 22.00, sedangkan di sana [Indonesia] baru pukul 05.00," ujar Radja seperti dikutip dari Nieuwsblad.
"Tiba-tiba saja azan subuh mulai berkumandang. Serius, ada lima puluh masjid yang bersuara bersamaan, satu di setiap sudut. Terkadang hal itu membuat saya sulit tidur," kata Radja.
Meski begitu, Radja tidak memandang pengalaman tersebut sebagai sesuatu yang membuatnya tidak nyaman tinggal di Indonesia. Ia justru mengaku menikmati berbagai kebiasaan masyarakat setempat selama berada di Jakarta.
Bahkan, ia menceritakan pengalamannya selama Ramadan. Radja mengatakan dirinya ikut bangun pada pagi hari untuk makan bersama ketika bulan puasa berlangsung, sesuatu yang menurutnya terasa spesial.
"Tapi selama Ramadan, saya ikut bangun di pagi hari untuk makan. Itu menyenangkan," tutur mantan pemain timnas Belgia itu.
Radja bergabung dengan Bhayangkara FC setelah sempat mempertimbangkan pensiun dari sepak bola. Selama membela klub tersebut, ia mencatatkan 10 penampilan, satu gol, dan tiga assist sebelum kontraknya berakhir pada Juni 2024.
(nam/nva)