F1 Kembali Digelar di Afrika, Rwanda Jadi Tuan Rumah Selama 10 Tahun

CNN Indonesia
Selasa, 13 Okt 2026 18:05 WIB
Formula One F1 - Mexico City Grand Prix - Autodromo Hermanos Rodriguez, Mexico City, Mexico - October 26, 2025 McLaren's Lando Norris leads into the first corner at the start of the race REUTERS/Henry Romero
Formula 1 akan kembali digelar di Afrika, tepatnya di Rwanda mulai era 2030-an awal mendatang. (REUTERS/Henry Romero)
Jakarta, CNN Indonesia --

Balapan Formula 1 kembali menghampiri Afrika. F1 GP Rwanda akan masuk kalender F1 di awal 2030-an dan sudah memiliki kesepakatan selama 10 tahun.

Kabar tersebut disampaikan F1 lewat akun resmi milik mereka. Meski belum ada waktu pasti soal GP Rwanda, namun F1 sudah menyebutkan kerja sama selama 10 tahun.

"Formula 1 kembali ke Afrika dengan kesepakatan 10 tahun balapan di Rwanda. African Grand Prix direncanakan bakal bergabung ke kalender F1 pada awal 2030-an," tulis F1 dalam pernyataan resmi mereka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Alasan balapan baru akan digelar pada awal era 2030-an tak lain lantaran balapan tersebut masih menunggu sirkuit selesai dibangun. Sirkuit direncanakan akan dibangun di Bugesera.

"Dengan kehadiran Rwanda dalam kalender balapan pada dekade mendatang, olahraga ini akan digelar di tiap benua, membawa kejuaraan dunia makin dekat pada suporter di seluruh dunia."

"Afrika selalu jadi bagian dari masa depan Formula One, sejak awal kami selalu ingin kembali dengan cara yang tepat, dengan partner yang tepat, tentnunya berlandaskan komitmen jangka panjang dan visi yang jeas untuk menghadirkan dampak yang bermutu," tutur Presiden F1 Stefano Domenicali.

Terakhir kali Afrika jadi tuan rumah balapan F1 ada pada 1993 silam. Saat itu balapan F1 digelar di Johannesburg, Afrika Selatan dan Alain Prost berhasil jadi juara.

Artinya, negara Afrika sudah lebih dari tiga dekade absen dari kalender balapan Formula 1.

[Gambas:Video CNN]

(ptr)