MotoGP Belum Berencana Tiru F1 Ngaspal di Afrika

CNN Indonesia
Kamis, 15 Okt 2026 02:35 WIB
MotoGP belum ikuti jejak F1 yang sudah sepakat gelar balapan di Rwanda. (REUTERS/Jean Bizimana)
Jakarta, CNN Indonesia --

MotoGP dikabarkan belum berencana meniru langkah F1 untuk menggelar balapan di Afrika menyusul pengumuman Grand Prix Rwanda untuk balapan Formula pada 2030-an.

"Saat ini, tidak ada proyek melibatkan Kejuaraan Dunia [MotoGP] dengan fasilitas Bugesera [lokasi sirkuit di Rwanda]," tulis GPOne.

"Perlu diketahui pula, sirkuit dengan desain untuk Formula 1 tak otomatis cocok untuk MotoGP. Semua Grand Prix di balapan sepeda motor harus melalui pengujian khusus dari homologasi FIM," lanjut laporan tersebut.

Terakhir kali MotoGP mengaspal di Afrika terjadi pada 2004. Kala itu, Valentino Rossi berjaya bersama Yamaha dengan menjuarai seri balapan.

Sedangkan F1 terakhir kali berlangsung di Afrika pada 1993 di Sirkuit Kyalami, Johannesburg, Afrika Selatan. Pembalap legendaris, Alain Prost memenangkan balapan itu.

Diskursus tentang MotoGP kembali ke Afrika mencuat lagi setelah F1 mengumumkan kerjasama berdurasi 10 tahun dengan Rwanda untuk menggelar balapan di awal 2030-an. Pasalnya, MotoGP dan F1 sama-sama dianggap sebagai balapan paling bergengsi di dunia.

Terlebih MotoGP dan F1 sama-sama berada di bawah Liberty Media. MotoGP diakuisisi perusahaan asal Amerika Serikat tersebut pada 2025, sedangkan F1 sudah dipayungi sejak 2017.

Karenanya, baik MotoGP dan F1 kerap disandingkan dalam berbagai topik termasuk rencana balapan. Kendati demikian, MotoGP disebut belum punya rencana kembali ke benua Afrika untuk sementara waktu.

[Gambas:Video CNN]

(ikw/ikw/jun)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK