Dua Tahun Prabowo, Kemenpora Pangkas Regulasi dan Raih Prestasi

Kemenpora | CNN Indonesia
Selasa, 20 Okt 2026 19:23 WIB
Presiden RI Prabowo Subianto dan Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir. (Foto: Arsip Kemenpora)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mencatat sejumlah capaian dalam dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Capaian itu mencakup tata kelola, prestasi olahraga nasional, dan pembangunan karakter generasi muda.

Di bawah kepemimpinan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Thohir, transformasi dimulai dari penyederhanaan regulasi dan penguatan kolaborasi pemerintah pusat, daerah, serta sektor swasta. Pembinaan cabang olahraga juga dibuat lebih terukur dan berorientasi pada prestasi berkelanjutan.

Pandangan terhadap olahraga turut berubah, dari semula dianggap pengeluaran menjadi investasi untuk menggerakkan perekonomian negara. Salah satu terobosan fundamental adalah deregulasi 191 Peraturan Menpora (Permenpora) menjadi empat Permenpora.

Jumlah pasal dipangkas sekitar 60 persen, dari 1.500 menjadi sekitar 600 pasal. Empat regulasi baru mengatur pelayanan kepemudaan, pembudayaan olahraga, pembinaan olahraga prestasi, dan industri olahraga.

Penyederhanaan memangkas birokrasi yang panjang dan aturan yang tumpang tindih, sekaligus menciptakan kepastian regulasi serta mempercepat koordinasi pusat dan daerah. 

Dunia usaha dan industri juga mendapat ruang partisipasi yang lebih luas. Pengembangan industri dan wisata olahraga turut menciptakan lapangan kerja.

“Kita ingin birokrasi menjadi penggerak, bukan penghambat. Dari 191 peraturan menjadi empat, ini bukan sekadar memangkas aturan, tetapi mengubah cara pemerintah bekerja,” ujar Erick dalam keterangan tertulis, Selasa (20/10).

Lebih lanjut, dirinya ingin pemerintah pusat, daerah, federasi olahraga, dan sektor industri bergerak dalam satu ekosistem yang saling mendukung. Menurut dia, olahraga tidak boleh hanya bergantung pada anggaran pemerintah, tetapi harus tumbuh menjadi kekuatan prestasi sekaligus kekuatan ekonomi nasional.

Transformasi berjalan seiring peningkatan prestasi atlet di berbagai kejuaraan internasional. Pada SEA Games Thailand 2025, Indonesia menempati peringkat kedua dengan 91 emas, 111 perak, dan 131 perunggu.

Indonesia kembali menduduki peringkat dua saat tidak menjadi tuan rumah, setelah terakhir kali meraihnya pada SEA Games Thailand 1995 atau 30 tahun sebelumnya. Atlet Indonesia juga menciptakan rekor.

Lifter Rizki Juniansyah memecahkan dua rekor dunia angkat besi kelas 79 kilogram melalui angkatan clean and jerk 205 kilogram dan total angkatan 365 kilogram. Atlet atletik Diva Renata Jayadi mencetak rekor SEA Games sekaligus rekor nasional lewat lompat galah setinggi 4,35 meter.

Kontingen Indonesia juga berprestasi pada ASEAN Para Games Thailand 2025 yang berlangsung pada Januari 2026. Indonesia menempati peringkat kedua dengan 135 medali emas dan total 393 medali.

Sejumlah atlet turut mengukir rekor baru, di antaranya Taufik Abdul Karim pada nomor lari 100 meter dan 200 meter T11. Harsanto Mutiara Cantik melakukan hal serupa pada nomor renang 100 meter gaya dada SB9.

Di cabang sepak bola, Indonesia mendapat kepercayaan menjadi tuan rumah FIFA ASEAN Cup 2026 yang digelar untuk pertama kalinya. Turnamen berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, dan Stadion Si Jalak Harupat, Bandung.

Tim Nasional Indonesia keluar sebagai juara setelah mengalahkan Thailand lewat adu penalti pada final di Stadion Utama Gelora Bung Karno, 5 Oktober 2026. Hasil tersebut menjadi tonggak penting bagi kebangkitan prestasi sepak bola nasional.

Pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026, Indonesia melampaui target empat emas dengan meraih lima emas, 11 perak, dan 23 perunggu. Kelima emas berasal dari cabang prioritas yang juga dipertandingkan di Olimpiade, yakni bulu tangkis, angkat besi, panjat tebing, dan panahan.

Atlet Indonesia juga menghasilkan sembilan catatan rekor dunia, Asia, dan Asian Games. Rahmat Erwin Abdullah membukukan enam rekor melalui dua jenis angkatan, sedangkan panjat tebing mencatat tiga rekor lewat Desak Made Rita Kusuma Dewi dan Aditya Tri Syahri.

Nurisa Dian Ashrifah mempersembahkan emas pertama bagi Indonesia dari cabang panahan sepanjang keikutsertaan di Asian Games.

“Kita tidak ingin keberhasilan hanya datang sesekali. Prestasi harus dibangun melalui sistem yang konsisten, mulai dari pembibitan, pembinaan, hingga kompetisi internasional,” kata Erick.

Menurutnya, prestasi yang diraih saat ini harus menjadi fondasi untuk capaian yang lebih tinggi, termasuk menuju Olimpiade.

Kemenpora juga mempercepat transformasi kebijakan kepemudaan menjelang 100 tahun Sumpah Pemuda pada 2028. Kementerian tengah menyiapkan cetak biru kepemudaan nasional serta Desain Besar Karakter Pemuda Indonesia yang bertumpu pada tiga nilai utama, yakni patriotik, gigih, dan empatik.

Ketiga nilai tersebut menjadi fondasi untuk membentuk generasi muda yang mencintai dan bertanggung jawab terhadap bangsa, tangguh menghadapi perubahan dan persaingan global, serta peduli secara sosial.

Melalui kerja sama kementerian, pemerintah daerah, organisasi kepemudaan, dan sektor industri, pembangunan karakter diarahkan menjadi gerakan nasional berkelanjutan, bukan sekadar program seremonial.

“Kita membutuhkan pemuda yang patriotik, gigih, dan berempati. Pemuda yang tidak hanya bangga menjadi orang Indonesia, tetapi juga memiliki kemampuan, keberanian, dan kepedulian untuk membawa Indonesia menjadi bangsa yang lebih maju,” tegas Erick.

Ia menegaskan seluruh transformasi merupakan komitmen Kemenpora untuk menerjemahkan visi Presiden Prabowo dalam membangun sumber daya manusia unggul dan memperkuat daya saing bangsa. 

Olahraga serta kepemudaan juga dijadikan investasi jangka panjang. Menurut Erick, hasilnya sudah terlihat, tetapi pekerjaan belum selesai.

“Ukuran keberhasilan bukan hanya berapa medali yang kita menangkan hari ini, melainkan seberapa kuat sistem yang kita bangun agar Indonesia terus melahirkan juara dan generasi muda yang mampu membawa bangsa ini maju,” pungkas dia.

(rir)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK