Wapres JK angkat bicara, terkait dengan isu lingkungan, terlebih soal standarisasi emisi Euro 4 yang diharapkan bisa segera diterapkan oleh produsen otomotif di Indonesia.
Jusuf Kalla dalam sambutan di pembukaan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2016 mengatakan teknologi berkembang sangat cepat, tanpa menguasai teknologi, Indonesia takkan bisa bersaing. Untuk soal standar emisi misalnya, mobil dengan emisi yang rendah takkan diterima di negeri lain.
"Saya baru meminta Menperin (Airlanga Hartarto) untuk segera mengkaji bagaimana mobil yang sekarang dimanapun ini selalu menjadi salah satu pertimbangannya yaitu environment. Sehingga bagaimana Euro4 dikaji dan segera kita terapkan di Indonesia," ujar JK di gelaran GIIAS 2016, di Tangerang (11/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada 1 Agustus 2013 Pemerintah RI mulai menerapkan Euro 3 pada kendaraan bermotor roda dua. Sepeda motor harus menggunakan BBM standar Euro3 dengan oktan 91 dan tanpa timbal. "Tapi pelaksanaan kebijakan juga belum efektif," tulis GAIKINDO di situsnya.
Indonesia pun boleh dibilang masih terbelakang dalam menerapkan standar emisi yang lebih ketat. Di negara tetangga seperti Malaysia sudah Euro4.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut JK, adalah tugas pemerintah untuk segera membangun infrastruktur meski tidak menjadi solusi total bagi masalah kemacetan. Pemerintah harus mengurangi kendaran yang ada di jalan karena itu membutuhkan transportasi publik yang memadai.
"Tapi yang penting bagaimana pemerataan yang baik untuk masyarakat, kepada pengusahanya, kepada industrinya dan bagimana membawa kemajuan baik teknologi, logistik, dan perdagangan dan pendapatan pemerintah dari segi pajak," jelasnya.
Industri otomotif yang juga merupakan industri multiplier dari hulu dan hilir memerlukan pasokan logistik yang baik. Oleh karenanya, pemerintah segera membangun pelabuhan baru yang berada di wilayah Jawa Barat agar memudahkan penyaluran logistik
(tyo)