"Pemberitahuan: Sejak bulan Oktober 2016, taksi online yang diperbolehkan kir hanya mobil-mobil yang memiliki kapasitas silinder di atas 1.300 cc," kata Kadishub DKI Andri Yansyah dalam keterangannya, kemarin.
Praktis, mulai sekarang mobil-mobil di bawah 1.300 cc dilarang menjadi angkutan sebagai taksi online. Mobil-mobil yang tak boleh digunakan sebagai taksi online juga termasuk jenis mobil murah ramah lingkungan (Low Cost Green Car/LCGC).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal ini bukan menjadi masalah untuk Toyota. Penguasa pasar otomotif tanah air itu mengatakan, lahirnya Calya atau Agya adalah untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Seperti yang disampaikan Executive General Manager PT Toyota-Astra Motor, Anton Jimmi.
"Secara umum, data yang kita dapat memang ada beberapa Calya dipakai untuk menjadi taksi online," kata Anton.
Munculnya Calya itu dikatakan Anton adalah untuk memenuhi kebutuhan keluarga pembeli pertama, dalam berkendara. (pit)