"Saya berharap agar kepolisian bisa memaksimalkan pendapatam PNBP untuk kepentingan pelayananan prima pada masyarakat, karena mendapatkan pendapatan PNBP dua kali lipat ketimbang tahun tahun sebelumnya," kata Nizar saat dihubungi.
Nizar menilai keputusan pemerintah untuk kenaikkan STNK dan BPKB merupakan keputusan yang tepat. Pemerintah sudah melakukan perhitungan yang tepat, apalagi tarif tersebut tidak pernah naik selama tujuh tahun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya pikir pro kontra yang terjadi di masyarakat menanggapi kenaikan tarif STNK itu wajar. Harapan masyarakat sama dengan harapan saya, semoga kepolisiaan lebih professional lagi dalam melayani masyarakat," kata Nizar.
Nizar menjelaskan Polri juga harus memperbaiki sarana dan prasarana sampai ke tingkat paling bawah, seperti Polsek. Pendapatan dari kenaikan tarif STNK dan BPKB bisa digunakan untuk memperbaiki sarana dan prasarana tersebut.
Secara terpisah, Wakil Ketua Komisi III Desmond Junaidi Mahesa menilai keputusan ini memberatkan masyarakat. Apalagi kenikan tarif tersebut sampai tiga kali lipat.
"Ini indikasi pemerintahan gagal mengatur pembangunan yang ada. Bahasa lain, pemerintahan ini panik takut tak punya duit untuk pemerintah ini bertahan," kata Desmond.
Meski begitu, Desmond tidak bisa menilai kebijakan ini tepat atau tidak. Ia menjelaskan bahwa keputusan ini berkaitan dengan ekonomi dan bisa dinilai berdasarkan reaksi masyarakat. (pit)