"Punya Jokowi sudah lumayan lama, estimasi sekitar keluaran 1998-1999," kata Hari.
"Merunut sejarahnya pemerintah punya rencana mau melakukan pembaruan. Tapi ternyata pemerintah dianggap tidak peka terhadap kondisi yang sulit. Akhirnya ditunda," kata dia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai perbandingan, mobil Mercedes-Maybach S600 Guard tunggangan Raja Salman saat ini harganya berkisar Rp 10 Miliar, sementara Seri Mercedes-Maybach S600 Pullman Guard yang urung dibeli Jokowi bisa tembus di atas 900 ribu euro atau setara Rp12 miliar, tergantung modifikasi yang disematkan.
Secara terpisah, Kepala Sekretariat Kepresidenan Darmansjah Djumala menuturkan, Mercy yang ditumpangi Jokowi merupakan mobil yang dibawa langsung dari Jakarta. Mercedes itu merupakan keluaran 2007.
Darmanjah mengatakan, kondisi mobil yang digunakan sesungguhnya dalam keadaan baik karena pemeliharaan rutin dan bagus, sesuai dengan log book. Mobil itu masih layak dan sesuai dengan standar VVIP.
"Tapi faktor umur, sudah 10 tahunan. Jadi memang mobil itu ada detail kecil yang aus. Kemarin tidak fatal, cuma akselerasinya melemah. Gas diinjak, (mobil) tidak lari," kata Djumala.
Ia belum dapat memastikan mobil tersebut akan dipakai kemudian hari atau tidak. Sebab, dirinya belum menerima laporan lebih lanjut pemeriksaan terhadap mobil tersebut.
Sulit menerka apa yang terjadi dengan mobil orang nomor satu di negeri ini, hingga terhenti di tengah. Namun, selayknya sebagai simbol negara ada baiknya peremajaan dilakukan. Faktor keamanan harus jadi jaminan.
Meskipun pertimbangan keselamatan, cukup bijaksana pemerintah menahan pembelian atas dasar penghematan tanpa menghilangkan skala prioritas pengamanan kepala negara.
Bukan tidak mungkin muncul balada lain Mercy tua Pakde Jokowi. (pit)