Executif General Manajer TAM Fransiscus Soerjopranoto, mengatakan perubahan terhadap Sienta berdasarkan survei yang sudah dilakukan sebelumnya. Produsen asal Jepang itu ingin menambah kesan 'laki' pada mobil berpintu gesernya.
"Nah kami berfikir bagaimana kendaraan ini ada rasa cowoknya. Makanya kalau liat row kit-nya yang tulisan limited itu tambahan, itu membuat lux jadi lebih macho," kata Soerjo di JI Expo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (5/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perkenalan terhadap mobilnya, juga tergantung dari respon masyarakat selama pameran terhadap Sienta terbaru. "Masih konsep, masih kami pelajarin makanya show di sini. Kalau animo besar, akam kami perkenalkan ke pasar," ucapnya.
Ia menampik, jika ubahan terhadap mobil tersebut, lantaran pasar Sienta tidaklah baik. Dengan versi feminim pada Sienta saat ini 70 persen pembeli ialah wanita dan dianggap tepat sasaran.
"Cuma kami melihat ada konsumen yang pengen punya Sienta dengan tampang macho, yang sisa 30 persen itu. Makanya kami develop yang lebih macho versi," kata Soerjo.
Adapun jumlah penjualan Sienta dari awal peluncurannya, pada Juni hingga Desember 2016, berdasarkan data yang dikeluarkan Gabungam Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) berjumlah 17.935 unit. Penjualan terbanyak terjadi di Agustus, sebanyak 4.920 unit. (wis)