"Kasihan kan kalau orang mau senang-senang ngumpul, eh kecelakaan. Jangan sampai seperti itu karena apa ya remnya blong. Ini kami gerakan dan koordinasi dengan (Dishub) daerah juga," kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Ancol, Jakarta Utara, pekan lalu.
Dalam kesempatan tersebut, ada 25 bus dari beberapa perusahaan yang mengikuti rump check dengan empat diantaranya dinyatakan tidak lolos uji. Kendaraan yang lolos uji akan mendapatkan stiker berlogo Kemenhub.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diklaim sukses tekan kecelakaan
Budi mengungkapkan ramp check tergolong sukses menekan angka kecelakaan lalu lintas. Ia mengungkapkan, hal itu berkaca pada kesuksesan saat libur Lebaran yang mampu mengoreksi jumlah kecelakaan hingga 30 persen dibandingkan setahun silam.
"Tahun 2016 ke 2017 kami sudah mempunyai sesuatu upaya dan peningkatannya tinggi sekali. Bisa mengkoreksi 20 sampai 30 persen pada saat Lebaran," kata dia.
Namun, ia tidak bisa menjelaskan lebih rinci kemungkinan masyarakat beralih menggunakan transportasi massal. Ia menyebut transportasi umum kedepannya bisa menjadi pilihan warga untuk menekan angka kemacetan, polusi, dan masalah lain dibandingkan menggunakan transportasi pribadi.
"Ya berkeinginan (persentase) 20-30 persen turun kalau antar kota. Untuk perkotaan, 2021 itu kemacetan turun akan drastis pada saat MRT juga LRT selesai," jelasnya. (evn)