Diberitakan sebelumnya, Vietnam menerapkan regulasi baru berkaitan dengan uji tipe dan uji emisi dalam regulasi nomor 116 tentang Overseas Vehicle Type Approval (VTA). Ini salah satu langkah Vietnam untuk menggenjot investasi dalam negeri. Keputusan pemerintah Vietnam ini membuat pabrikan kendaraan Tanah Air menunda ekspor mobilnya ke negara tersebut.
Regulasi itu mulai dirasakan Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN). Pabrikan mobil merek Jepang itu sudah mulai menunda ekspor produknya ke Vietnam sejak awal Januari 2018.
Lihat juga:Toyota Tunda Ekspor Mobil ke Vietnam |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Warih juga menjelaskan, produk utuh atau completly build up (CBU) yang diandalkan untuk ekspor menuju Vietnam adalah Toyota Fortuner. Dan sisanya, TMMIN mengekspor Innova dalam bentuk completly knock down (CKD) dan beberapa mesin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti kita kehatui, produsen mobil Jepang mengimpor mobil ke Vietnam dari Thailand, Indonesia dan Jepang mencapai sekitar seperlima dari pasar Vietnam, atau 1.000 unit per bulan. Model yang diimpor meliputi pikap Hilux, Yaris, Fortuner dan Lexus.
Menjaga hubungan diplomatik dengan Indonesia
Di sisi lain, usia hubungan diplomatik Jepang dengan Indonesia kini mencapai 60 tahun, pada 20 Januari 2018. Hubungan keduanya pun telah terjadi dalam berbagai bidang, termasuk bisnis dan industri.
Tak pelak, kerjasama itu membuahkan banyak investasi yang dibenamkan Jepang di Tanah Air. Dalam data Kementerian Luar Negeri saja, Jepang tercatat menjadi investor kedua dan salah satu mitra dagang utama Indonesia.
Sementara itu masih dalam data Kementerian Luar Negeri, nilai Investasi Jepang di Indonesia pada 2016 mencapai $US 5,4 miliar, sedangkan hingga kuarter ketiga 2017, nilai investasi Jepang di Indonesia mencapai US$ 4 miliar.
Dan pada bidang industri, sektor otomotif Jepang mungkin paling mengakar di dalam negeri. Berbagai brand asal Jepang hadir dalam persaingan bisnis kendaraan di Indonesia, salah satunya Toyota.
"Penanaman perdana kami 60 bibit, itu sekaligus sebagai simbol memperingati 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia dengan Jepang," jelas Warih.
Selain menanam tumbuhan khas Jepang di Indonesia, menurut Warih, sebagai langkah lanjutan tidak menutup kemungkinan bakal ada tumbuhan asal dalam negeri yang ditanam Toyota pada markasnya di Jepang.