Menurut pihak Auto2000, penurunan penjualan selama sepanjang 2017 didorong faktor antara lain seperti ketidakstabilan perekonomian masyarakat Indonesia.
"Tahun lalu itu persaingannya sangat ketat, sehingga penjualan retail kami turun. Asumsinya saat itu ekonomi (daya beli masyarakat) pada 2017 naik, ternyata turun," kata Chief Executive Officer Auto2000 Martogi Siahaan di Jakarta, Selasa (6/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk tahun ini, pihaknya mengungkapkan tidak menargetkan angka penjualan naik signifikan. Setidaknya bisa menaikkan penjualan sebesar 6 persen atau kembali ke angka penjualan sebesar 176 ribu unit sepanjang tahun 2018.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Auto2000 berkomitmen untuk meningkatkan penjualan Toyota di Indonesia dengan menambah sebanyak tiga outlet di Indonesia (Sumatera Utara, Sumatera Selatan dan Lampung). Total akan berdiri 113 outlet Auto2000 di Tanah Air yang tersebar di pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan dan Bali.
Dengan penambahan tiga outlet milik Auto2000 tahun ini diharapkan mampu mendongkrak penjualan retail merek berlogo tiga elips asal Jepang tersebut. Adapun terdapat tiga model yang akan mendorong penjualan Auto2000 pada tahun ini yaitu low MPV Avanza, LCGC Calya dan Agya serta MPV Innova.
"SPK (surat pemesanan kendaraan) all-new Rush sampai saat ini mencapai lebih dari 8.000 unit. Dan bulan lalu (Januari 2018), kami sudah menjual 1.500 unit," tutup Martogi. (age/mik)