Lima orang perwakilan massa pengemudi ojek online berhasil menemui Presiden Joko Widodo, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, dan Kepala Staf Presiden Moeldoko.
Fitrijansyah Toisutta, salah satu perwakilan massa, mengatakan Jokowi kaget mendengar aduan mereka mengenai tarif yang begitu rendah. Ia berjanji bakal memanggil perusahaan pemesanan kendaraan (aplikator) terkait untuk membicarakan ini segera.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tarif yang terlalu rendah dianggap sebagai akibat nihilnya regulasi dari pemerintah. Tanpa undang-undang yang mendasarinya, peserta unjuk rasa merasa pihak aplikator dapat menetapkan tarif sewenang-wenang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Minimal Rp3.500, itu udah angka minim. Tak ada lagi angka di bawah Rp2.000," imbuh sang perwakilan di atas mobil komando.
Pada demonstrasi kali ini peserta unjuk rasa lebih banyak dari sebelumnya. Ada sekitar 7.000 peserta yang berasal tak hanya dari Jabodetabek, tapi juga dari daerah lain seperti Cirebon, Brebes, Kuningan, hingga Lampung.
Menurut Fitrijansyah, perwakilan pengemudi ojek online akan kembali bertemu membahas solusi pada esok hari. Mereka dijanjikan duduk bersama pemerintah dan aplikator. (evn/eks)