Instruktur Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu mengatakan dengan menerapkan cara berkendara yang baik dapat membuat pengemudi tidak hanya aman, tetapi juga nyaman selama perjalanan.
"Kalau kita tidak nyaman, korelasinya adalah penurunan stamina lalu stres (selama berkendara)," kata Jusri kepada CNNIndonesia.com.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini filosofinya ergonomis yang mencakup posisi badan dengan kolom setir itu tidak terlalu sempit jadi bisa melakukan gerakan secara leluasa atau terampil untuk mengolah roda kemudinya," ujar Jusri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi dengan demikian badan akan rileks dan posisinya pas untuk mengoperasikan kemudi kedua tangan akan leluasa melakukan gerakan, atau tidak terlalu dekat dengan perut dan badan," ujar dia.
Tidak hanya itu posisi kaki juga harus dibuat tidak terlalu menekuk. Menurut dia jika kaki terlalu menekuk tentu akan membuat aliran darah terganggu dan membuat pengemudi menjadi lebih cepat merasa letih.
"Jangan lupa juga dengan posisi duduk tersebut pengemudi harus memastikan pandangan untuk memantau kaca spion ke kiri dan kanan bisa dilakukan tanpa menggerakan punggung," ucap dia.
Lihat juga:Cek Pengapian Mobil Sebelum Mudik Lebaran |
"Punggung itu pusat syaraf. Karena kalau mobil itu bergerak liar atau pecah ban dan semacamnya dari seluruh anggota tubuh, itu bukan tangan yang rasain, atau bokong, tapi punggung. Makanya punggung harus nempel," tutup Jusri. (mik)