Selama Januari-April 2018, permintaan kendaraan niaga seluruh merek Mitsubishi Fuso secara total mencapai 36.844 unit atau meningkat 30 persen dibanding periode sama tahun lalu.
Kontribusi terbesar disumbang segmen light duty truck (LDT) yang menyumbang hingga 24.515 unit, di mana produk LDT Mitsubishi Fuso, Colt Diesel, mendominasi di segmen tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Duljatmono, penjualan positif tersebut tak lepas dari pertumbuhan ekonomi serta pembangunan infrastruktur jalan di Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam datanya, terjadi penurunan sekitar 5 sampai 10 persen penjualan dari April dibandingkan Mei.
"9.700 unit produk kami terjual pada April 2018. Ya kalau 10 persen (penurunan) itu ada sekitar 900 unit," ungkapnya.
"Kalau Juni kan ini udah mau lebaran, lalu hari kerja tinggal berapa. Lalu untuk Mei karena udah bulan puasa. Hari kerja emang sama, tapi efektivitas bulan puasa ini buat turun," ujar dia.
Duljatmono juga mengumumkan kenaikan harga truk Fuso di Indonesia. Ada kenaikan sebesar 1,5 persen dari harga sebelumnya imbas dari kenaikan suku bunga acuan atau seven day reverse repo rate sebesar 25 basis poin menjadi 4,75 persen.
Di samping itu, kenaikan harga jual truk Fuso juga dampak dari melemahnya nilai tukar rupiah ke angka Rp13.904 setelah sebelumnya di atas Rp14 ribu. Harga baru truk Fuso berlaku mulai awal Mei 2018.
"Ya segituan (1,5 persen) kenaikannya. Kami sudah naikkin dari Mei kemarin. Jadi naik itu karena dolar yang membuat ongkos produksi naik," tutup Duljatmono. (mik)