Tahun lalu tepatnya pada Agustus 2018, produsen mobil Jepang tersebut telah sepakat menjual divisi Automotive Energy Supply Corp kepada perusahaan China GSR Capital.
Seorang sumber mengatakan kepada Reuters, bahwa sebelumnya GSR Capital telah sepakat mengucurkan dana kepada Nissan senilai US$1 miliar (Rp14 triliun).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akhir dari pembatalan tersebut membuat Nissan harus mengevaluasi kesepakatan dengan pihak GSR Capital pada tahun lalu. Pihak GSR hingga saat ini tidak tersedia untuk dimintai keterangan.
Ini untuk mengantisipasi desakan pemerintah China agar perusahaan teknologi dan otomotif meningkatkan kemampuan membuat produk yang ramah lingkungan. (mik)