Pemantau kualitas udara AS, Air Visual mencatat pada Kamis (26/7) Indeks Kualitas Udara (AQI) Jakarta berada di angka 158, naik 13 poin dari sehari sebelumnya di angka 145.
Direktur Pengendalian Pencemaran Udara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Dasrul Chaniago mengakui jika saat ini tingkat polusi di udara meningkat. Asap kendaraan bermotor menyumbang besar dalam menurunnnya kualitas udara di Jakarta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi itu kondisi sesaat, kalau macet satu jam ya itu bisa naik. Sekarang disumbang juga oleh infrastruktur yang dikebut sehingga membuat ada penyempitan jalan," imbuhnya.
Meski demikian, ia mengatakan Jakarta masih terbantu geografis yang berada dekat laut sehingga angin turut membantu kondisi demikian.
Lain Jakarta, lain pula kualitas udara di Palembang-- kota yang juga jadi tempat diselenggarakannya pesta olahraga Asian Games. Dasrul memastikan tingkat polusi di Palembang jauh lebih aman ketimbang di Jakarta.
Namun demikian, ia tetap meminta sikap waspadai polusi kebakaran hutan di Sumatera Selatan. Terlebih pada Agustus-September saat puncak musim kemarau.
"Nah kalau untuk Palembang saya rasa aman, asal tidak terjadi kalhutla (kebakaran hutan dan lahan). Teman-teman di lapangan tapi udah bersiaga kok," imbuhnya. (evn)