Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kemenperin Harjanto membocorkan konsep baru PPnBM kendaraan dalam presentasinya saat menghadiri Forum Group Discussion yang digelar di perhelatan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS), Selasa (7/8).
Dalam materi presentasi itu dipahami PPnBM bukan hanya mengatur kendaraan konvensional tetapi juga kendaraan berteknologi alternatif listrik dan Fuel Cell. Ditunjukan juga, konsep baru PPnBM itu menanungi program Low Cost Green Car (LCGC) yang berlanjut ke jilid dua, Low Carbon Emission Vehicle (LCEV), serta Flexy dan CNG (Compressed Natural Gas).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Konsep baru penerapan PPnBM kendaraan berdasarkan emisi gas buang. . (Foto: Dok. Kementerian Perindustrian) |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kemarin juga sudah disampaikan oleh Presiden dan Chairman Gaikindo, kan PPnBM sudah delapan bulan. Nah jadi dalam waktu dekat ini. Presiden juga ingin memberikan insentif lebih baik," ungkap Harjanto.
Jongkie merasa dengan aturan lama produsen otomotif di dalam negeri hanya bisa dan terlalu lama berkutat di produksi model Multi Purpose Vehicle (MPV). Potensi ekspor pun tersumbat lantaran pasar dunia bukan menginginkan MPV, melainkan sedan. (fea)
Konsep baru penerapan PPnBM kendaraan berdasarkan emisi gas buang. . (Foto: Dok. Kementerian Perindustrian)