Menurut keterangan Ketua I Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) Jongkie D Sugiarto, Jokowi sempat mempertanyakan hal itu saat sedang berkunjung ke acara Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS), pada Kamis (2/8). Jongkie merupakan salah satu pengurus Gaikindo yang mendampingi Jokowi dan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto saat keliling lantai pameran GIIAS.
"Tadi Pak Jokowi nanya, sampai dimana sekarang? (perkembangan harmonisasi PPnBM) Saya diam saja, Pak Airlangga yang jawab, 'sama bu Ani, Sri Mulyani (Menteri Keuangan)'," cerita Jongkie saat ditemui di stan Hyundai.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Jongkie, regulasi harmonisasi PPnBM sudah ditunggu para anggota Gaikindo. Melalui regulasi itu, Jongkie menilai Indonesia sanggup menggenjot produksi untuk ekspor.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan untuk sedan dianggap seperti barang sangat mewah sebab kena PPnBM 30 persen untuk kategori mesin di bawah 1.500cc.
"Kalau Indonesia ada MPV, sedan tidak ada, SUV sedikit. Ya, sudah jadi pada pindah warung, nah makanya kita bikin lengkap, baru ekspor bisa berkembang," kata Jongkie.
Disebutkan Jongkie, ada empat hal yang bisa dihubungkan dengan harmonisasi PPnBM. Pertama, tentang carbon tax, di mana perpajakan diukur dari seberapa tinggi mobil ramah lingkungan.