Direktur Penjualan dan Pemasaran Mandiri Tunas Finance (MTF) Harjanto Tjitohardjojo mengatakan yang berpotensi menaikkan cicilan kredit mobil adalah nilai tukar tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
Hari ini, rupiah berada di level Rp14.608 per dolar AS. Kalau pun ada kenaikan cicilan kredit mobil imbas dari merosotnya mata uang rupiah, Harjanto memastikan tidak terlalu besar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:BI Naikkan Suku Bunga Menjadi 5,5% |
Sementara itu, Adira Finance juga masih mengantisipasi pergerakan suku bunga acuan menjadi 5,5 persen. Adira Finance sendiri telah menaikkan harga paket kredit sebanyak satu kali di semester I, imbas dari kenaikan suku bunga acuan sebelumnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikatakan Niko bahwa pihaknya juga belum memutuskan untuk menaikkan cicilan kredit mobil pasca kembali naik suku bunga acuan BI sebesar 25 basis poin. Sebab ia mengungkapkan bahwa dampaknya belum begitu terasa.
Pertama, adalah melakukan efisiensi secara internal melalui penghematan biaya yang masih dapat ditunda seperti perjalanan ke daerah, promosi dan lainnya. Kedua menaikkan lending rate atau suku bunga pinjaman. Namun poin kedua tentu ada konsekuensinya, yaitu membebani konsumen.
"Pilihannya belum diputuskan, lihat situasi dulu nanti. Tapi yang pasti efisiensi internal kami jalankan karena yang kami bisa kendalikan itu internal perusahaan," tutup Niko. (mik)