Vanquish S Ultimate merupakan model pamungkas yang menandai berakhirnya produksi model bermesin naturally aspirated Aston Martin. Hanya ada lima unit grand tourer eksklusif ini seluruh Asia Pasifik, sedangkan untuk Indonesia cuma ada satu unit berwarna Xenon Grey.
Vanquish S Ultimate dibekali mesin V8 4.000 cc twin-turbocharged yang menyemburkan tenaga 502 tk dan torsi 675 Nm. Model ini diklaim lebih lincah dari DB11 bermesin V12 5.200 cc.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Harga barang masih bisa lebih mahal lagi bila konsumen meminta spesifikasi opsional. Rudy menyebut nilai spesifikasi tambahan itu bisa lebih dari Rp1 miliar.
Kolaborasi APM dan Importir
Rudy menjelaskan sebagian alasan mengapa pihaknya, Prestige, yang menjual Vanquish S Ultimate, bukan Aston Martin Jakarta.
Prestige membeli Vanquish S Ultimate dari Aston Martin Jakarta dengan harga kesepakatan yang termasuk diskon di dalamnya. Unit itu sekarang ditawarkan lagi masyarakat. Prestige berperan sebagai reseller.
Lihat juga:Stephen Hawking Gemar Nebeng Mobil Tetangga |
"Kami mengambil dari Aston Martin Jakarta sebagai stok kita lalu kami jual. Kami diberikan diskon spesial sehingga diskon itu bisa kami ambil sebagai margin dan tentunya juga harga jual. Tapi enggak lebih murah juga, barang begini margin bisa diukur paling tiga sampai empat persen," tambahnya.
Fransisca mengatakan banderolnya akan lebih tinggi jika dipegang oleh Aston Martin Jakarta.
"Kalau masuk dengan Aston Martin Jakarta harganya luar biasa mahal," ujar Fransisca.
Walau bukan sebagai penjual, Aston Martin Jakarta menampung layanan purna jual konsumen Vanquish S Ultimate. Konsumen mobil langka ini diberikan garansi lima tahun dan gratis servis juga selama lima tahun.
(mik)