Wacana tersebut diungkap di tengah gejolak rencana privatisasi Tesla. Musk mengakui jika perusahaan yang didirikannya sulit bersaing dengan para pemain besar seperti General Motors (GM) atau Ford. Pasalnya, ia mengatakan posisi perusahaan sebagai produsen otomotif berskala kecil dibandingkan dengan GM dan Ford di industri yang sangat kompetitif.
Musk mengatakan Tesla kemungkinan bisa menciptakan mobil listrik berkualitas yang bisa dijual dengan harga US$25 ribu atau sekitar Rp364 juta. Sebagai perbandingan, saat ini harga mobil Tesla termurah, yakni Tesla Model 3 adalah US$35 ribu atau sekitar Rp510 juta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia kemudian membandingkan pembuatan mobil ke tahun-tahun awal keberadaan ponsel, di mana ponsel tersebut berukuran sangat besar tapi tidak memiliki banyak fitur atau fungsi. Musk meyakini teknologi ke depannya akan membuat semua desain menjadi lebih minimalis tapi bisa memberikan fitur atau fungsi yang luas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengau bangga kepada Tesla karena hampir tidak mengeluarkan sepeser pun pengeluaran untuk iklan ataupun endorsement. Menurutunya, Tesla bergantung pada promosi dari mulut ke mulut.
Lihat juga:Tesla Tunjuk Komite Evaluasi Isu Privatisasi |
Menurutnya, strategi marketing merupakan model bisnis Tesla. Jika orang-orang menyukai sebuah produk maka ia akan memberikan testimoni dan itu berimbas pada bisnis perusahaan tanpa perlu ada biaya tambahan.
Mengutip CNBC, selain mengandalkan promosi dari mulut ke mulut, ia mengatakan pihaknya tak memberikan diskon untuk produk yang dipasarkan. Bahkan sebagai orang nomor satu di perusahaan yang didirikannya, ia mengaku tetap harus membayar penuh untuk satu unit mobil Tesla.
Sebelumnya, saham Tesla anjlok sekitar delapan persen karena investor meragukan kesanggupan Musk memimpin Tesla. Pasalnya baru-baru ini dalam wawancara eksklusif dengan New York Times, Musk menangis lantaran merasa terlalu lelah bekerja hingga 120 jam per minggu dan harus minum obat tidur atau penenang agar bisa tidur.
Tentu saja hal ini membuat gejolak dalam perusahaan manufaktur mobil listrik ini. Anggota dewan Tesla sangat khawatir dengan kondisi Musk. (evn)