Hingga saat ini, Musk belum membuat penawaran formal terkait ide yang dilontarkannya itu. Selain itu, Tesla juga tengah melakukan konsultasi dengan penasihat finansial yang mereka sewa untuk mempertimbangkan rencana privatisasi tersebut.
Kendati pembentukan komite tersebut sudah menjadi 'lampu hijau' bagi Musk, tetapi pria kelahiran Afrika Selatan itu masih belum meyakinkan analis pasar modal Amerika Serikat kalau ia mampu mengumpulkan dana untuk membeli Tesla.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada cuitannya Senin (6/8) lalu, Musk mengatakan jika ia sedang bekerja sama dengan Goldman Sachs dan Silver Lake untuk menjadi penasihat finansialnya. Namun berdasarkan informasi dari orang dalam, hingga hari Selasa Goldman Sachs masih dalam proses negosiasi dengan Musk.
Selain masih melakukan negosiasi dengan para penasihat finansial, Musk juga tengah melakukan negosiasi dengan Arab Saudi dan investor lain untuk mengamankan dana yang ia butuhkan.
Meski demikian, tak semua orang mendukung wacana dari pria yang juga memimpin SpaceX itu.
"Terlepas dari rasa frustrasi Musk akan status (Tesla) sebagai perusahaan umum, Saya rasa lebih banyak keuntungan jika mereka tetap mempertahankan status itu," kata analis CFRA, Efraim Levy, sepeti dikutip Reuters. (gfs/eks)