IWIP sendiri adalah perusahaan patungan dari tiga investor Tiongkok yaitu Tsingshan, Huayou, dan Zhenshi. Mereka akan turut membantu rencana pemerintah yang akan meningkatkan volume penjualan mobil hybrid dan listrik dalam negeri dalam beberapa tahun ke depan.
Wakil Direktur Hubungan Masyarakat dan Media Departemen Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) Agnes Ide Megawati mengatakan IWIP juga sebagai bentuk realisasi dari perjanjian antara Eramet Group (Perancis) dan Tsingshan, bersama dengan ANTAM pada 2018.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan untuk pembuatan baterai lithium-ion sendiri bakal diambil alih oleh investor lain yang juga berasal dari negeri tirai bambu. Tapi untuk siapa perusahaan tersebut dan berapa investasi yang akan dibenamkan, Agnes belum mau menyebutkannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikatakan Agnes saat itu kegiatan industri stenlis di Morowali sudah memenuhi kebutuhan pasar ekspor.
"Jadi Indonesia sekarang jadi produsen terbesar stenlis terbesar ketiga di dunia," ungkap dia.
"Jadi untuk proyek sekarang harapannya bisa sama atau lebih baik," ucap Agnes.
Sebelumnya diberitakan jika nilai investasi di sana mencapai US$10 miliar atau sekitar Rp144 triliun. Anggaran yang digelontorkan untuk pembangunan kawasan industri tahap pertama, sebesar US$5 miliar, kemudian tahap berikutnya sebesar US$5 miliar. (mik)