GSX150 Bandit hanya dijual satu varian (shutter key). Sedangkan GSX-S 150 tersedia dua varian, versi shutter key Rp26 juta dan keyless Rp26,5 juta.
Saat ini, Bandit dan GSX-S 150 dijual bersamaan di dealer Suzuki. Strategi SIS terbilang unik memasarkan kedua model yang hampir serupa pada segmen yang sama, yaitu di naked sport 150 cc dan bertarung bersama Honda CBR150R Streetfire dan Yamaha V-Ixion.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Perbandingan Suzuki GSX-S150 dan Bandit |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Designer 2W Marketing Promotion Assistant Manager SIS, Medimahlibi B.M memaparkan bahwa desain GSX-S 150 lebih ditujukan untuk pengendara yang ingin berkendara solo. Sedangkan GSX150 Bandit dibuat khusus Indonesia yang ternyata dipahami lebih suka berkendara tandem.
Tampak belakang Suzuki GSX150 Bandit. (Foto: CNN Indonesia/Febri Ardani) |
Semenjak peluncuran pada Februari 2017, berbagai tanggapan seputar 'desain aneh' GSX-S 150 bermunculan. Salah satu kritikan yang pernah terlempar, "Motor naked kok nungging dan joknya terpisah?".
Berusaha memahami kritikan tersebut, SIS meminta desain baru untuk Indonesia kepada prinsipal di Jepang. Maka lahirlah GSX150 Bandit 'all around' yang artinya bisa digunakan untuk berbagai kondisi dan situasi, termasuk berboncengan dengan nyaman.
Suzuki menyadari potensi saling tikam GSX150 Bandit dan GSX-S 150, namun hal itu akan dibiarkan terjadi secara alami.
Yohan Yahya, Kepala Departemen Penjualan dan Pemasaran SIS Roda Dua, menjelaskan, pada saat melakukan riset pada lima tahun yang lalu, perusahaan percaya pada saat ini setiap rumah punya lebih dari satu unit motor untuk memenuhi kebutuhan yang berbeda.
"Pada kenyataannya di Indonesia ini, meski sudah punya motor lainnya, masih butuh motor untuk kebutuhan keluarga. Segmen seperti itu menolak GSX-S 150," ucap Yohan saat pengumuman harga GSX150 Bandit di Jakarta, Jumat (5/10).
Soal saling tikam, Yohan berpendapat saat ini strategi SIS ingin menawarkan lebih banyak pilihan di segmen naked sport 150cc. GSX150 Bandit untuk pasar mainstream dan GSX-S 150 buat pasar khusus yang tidak dimiliki kompetitor.
"Bicara di pasar saling makan, ini kan variannya berbeda. Karena kita yakin, meski umur (konsumen) sama, pilihannya bisa berbeda. Ada yang mau solo atau keluarga," kata Yohan.
Meski diyakini begitu, SIS terlihat lebih condong mendorong penjualan GSX150 Bandit sebab ditargetkan laku 2.000 unit per bulan. Sedangkan GSX-S 150 dipercaya masih bisa laku 200 - 300 unit per bulan. (fea/mik)
Tampak belakang Suzuki GSX150 Bandit. (Foto: CNN Indonesia/Febri Ardani)