Detail kedelapan tipe tersebut yaitu;
Bima 1.0 (4×2) MT
Bima 1.3 (4×2) MT
Bima 1.3 L (4×2) M/T
Bima 1.8D (4×2) M/T
Niaga 1.0 (4×2) M/T
Digdaya 2.0 (4×2) M/T
Borneo 2.7D (4×2) M/T
Garuda 1 2.0 (4x4) MT
Tiga model yakni Bima, Digdaya, dan Borneo merupakan nama lama yang sudah pernah muncul saat Esemka masih rakitan tangan siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan dipegang PT Solo Manufaktur Kreasi. Sedangkan Niaga dan Garuda 1 rasanya masih baru di telinga publik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Digdaya adalah model pikap kabin ganda. Sebelumnya diketahui, Digdaya punya setidaknya tiga pilihan mesin, yaitu 2.000cc, 2.200cc, dan diesel 2.500cc. Namun dari catatan uji tipe, hanya mesin 2.000cc yang direncanakan produksi.
Tidak ada pikap kabin ganda bensin 2.000cc di pasaran Indonesia saat ini, kemungkinan Digdaya akan bermain sendirian. Pesaing sejenisnya adalah Mitsubishi Triton, Toyota Hilux, dan Nissan Navara dengan kapasitas mesin di atas 2.000cc.
Borneo adalah minibus yang pernah diketahui memiliki kemampuan angkut 15 penumpang. Jenis mesin yang digunakan terbesar di antara semua model uji tipe Esemka, yakni 2.700cc. Borneo bakal menantang Toyota Hi-Ace.
Model terakhir, Garuda 1 adalah SUV bermesin diesel 2.000cc yang bisa bersaing dengan Chevrolet Captiva. Model yang sempat viral karena tampak di jalanan ini, dikatakan Sigit merupakan satu-satunya yang sudah lulus uji tipe pada 5 September 2018.
Tujuh tipe kendaran selain Garuda 1 disebut pernah lulus uji tipe namun dengan ketentuan regulasi emisi gas buang Euro 2. Sigit menyebut ketujuhnya belum uji tipe Euro 4. (fea)