"Kami ada join studi, tapi kalau itu (motor listrik) masih prototipe," kata Airlangga di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, Rabu (31/10).
Airlangga tidak merinci soal perusahaan pemberi teknologi yang bekerja sama dengan Kemenperin, namun diungkap pengembangannya juga melibatkan 10 universitas dalam negeri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Teknologi sistem baterai tukar-tukaran, atau seperti apa. Lalu dari segi harga itu motor listrik lebih mahal ya dari motor bensin biasa," katanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kabar upaya pengembangan prototipe motor listrik dari Kemenperin rupanya belum sampai di telinga Asosiasi Industri Sepeda motor Indonesia (AISI). Ketua Umum AISI Johannes Loman mengaku tidak mengetahui apa-apa soal hal itu.
"Belum ada sih setahu saya motor listrik yang dibuat untuk prototipe (oleh pemerintah). Belum nyampe ke kami, malah ini baru tau," kata Loman.
Kemenperin sebelumnya diketahui sedang melakukan riset kendaraan listrik, namun bisa dipahami arah pengembangan untuk mobil atas kerja sama dengan Mitsubishi dan Toyota bersama beberapa universitas.
Tidak hanya itu riset juga diarahkan untuk menguji berbagai aspek teknis seperti jarak tempuh, emisi, infrastruktur, hingga kenyamanan pelanggan. (ryh/fea)