Kedua manufaktur Korea itu menjelaskan sedang mengembangkan tiga jenis sistem pengisian panel surya. Sistem generasi pertama adalah untuk kendaraan hibrida, sedangkan teknologi generasi kedua membawa sistem panel surya semi-transparan ke kendaraan ICE.
Generasi ketiga dari teknologi akan melihat pengenalan panel surya ringan untuk kendaraan listrik baterai. Sistem generasi pertama, yang akan diterapkan pada model hibrida, dibuat dari struktur panel surya silikon yang terintegrasi ke dalam atap mobil standar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Hyundai dan Kia Patenkan Pilar A Transparan |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kerja Panel Surya
Sistem pengisian tenga surya terdiri dari panel surya, pengontrol dan baterai. Ketika panel menyerap foton cahaya dari matahari, ia menciptakan pasangan elektron -lubang dalam sel silikon, memungkinkan arus mengalir dan menghasilkan listrik.
Lihat juga:KIA Buka Suara soal Keanggotaan di Gaikindo |
"Di masa depan, kami berharap dapat melihat berbagai jenis teknologi penghasil listrik yang terintegrasi ke dalam kendaraan kami. Solar roof adalah yang pertama dari teknologi ini, dan akan berarti bahwa mobil tidak lagi secara pasif mengkonsumsi energi, tetapi akan mulai memproduksinya secara aktif," kata Wakil Presiden Eksekutif Bidang Teknik dan Desain Hyundai Motor Group Jeong-Gil Park.
Hyundai berencana akan meluncurkan generasi pertama teknologi ini ke dalam kendaraannya setelah 2019 mengutip engadget.com, Jumat (2/11). (gfs/mik)