Penggunaan sistem ABS disebut sebagai salah satu fitur canggih untuk menekan angka kecelakaan. Fitur ini bertindak agar roda depan dan belakang tak mengunci saat melakukan hard braking (menekan tuas rem 100 persen).
Sistem ABS disematkan pada skutik harga 'murah' pun gencar dilakukan, mengingat penjualan motor di Indonesia didominasi skutik. Dengan penggunaan ABS secara luas, diharapkan lebih banyak menyelamatkan jiwa pengendara sepeda motor.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Pemerintah Kaji Rem ABS Buat Motor Murah |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Penyebab kecelakaan ada dua, yaitu pertama perilaku tidak aman dan kombinasi perilaku tidak aman dengan lingkungan tidak aman. Jalan raya pasti sebuah lingkungan tidak aman. Kecelakaan karena perilaku tidak aman seperti ngebut, gagal fokus," kata Jusri kepada CNNIndonesia.com, Kamis (15/11).
Dijelaskan Jusri semua itu ada kaitannya fitur ABS. Dikatakan Jusri, ABS sebuah peranti tambahan keselamatan pada motor, namun bukan berarti signifikan menurunkan angka kecelakaan.
"Dan apakah ABS berpeluang (tekan angkan kecelakaan), yes, tetapi tidak signifikan. Yang bisa mengurangi angka kecelakaan secara signifikan itu perilaku aman. Sabar, empati, kalau ada lampu merah ya setop. Itulah perilaku yang aman," ucap Jusri. (ryh/mik)